Wednesday, November 14, 2018

Review Hotel Meotel By Dafam Jember

Jika anda sedang berpergian ke Jember, jangan khawatir akan menginap dimana. Pada tahun 2018 ini, telah diresmikan sebuah hotel baru yang cukup akses bagi penyandang disabilitas sekalipun. Hotel ini juga memiliki ruang pertemuan yang luas di lantai 2 atau lantai M. sehingga bagi Anda yang ingin menggelar pertemuan yang diikuti hingga 150 peserta, pasti masih dapat tertampung di dalamnya.
Hotel Meitel terletak di Jalan Karimata Nomor 43, Gumuk Kerang,  Sumbersari, Jember. Hotel ini berada di sebelah barat jalan. Fasilitas yang akan anda dapatkan apabila menginap di hotel ini diantaranya adalah: breakfast dan dinner yang nyaman, fasilitas olahraga termasuk kolam renang di lantai 5, resepsionis 24 jam, pelayan hotel yang ramah dan tentunya fasilitas wifi yang lumayan.
Satu minggu yang lalu ketika saya datang menghadiri sebuah acara di hotel ini, saya dapat fasilitas untuk menginap. Kebetulan saja yang dapat kamar dengan nomor 719 di lantai 7. Oh ya, hotel ini terdiri dari 11 lantai,. Jadi memiliki ketersediaan kamar yang lumayan besar. Jika anda menginap di hotel ini setidaknya ada dua view utama yang dapat dilihat dari jendela kamar hotel, yaitu: di sebelah utara dengan pemandangan kampus dan perumahan penduduk, dan di sebelah Selatan hanya pemukiman saja.
Harga menginap di hotel ini mulai dari Rp400.000,ⁿⁿ per malam/kamar. Sedangkan untuk kamar yang berisi dua tempat tidur mulai Rp550,000,ⁿⁿ per malam. Fasilitas yang ada dalam kamar hotel ini cukup lengkap. Satu kamar dengan dua tempat tidur memiliki kasur yang cukup empuk dan nyaman untuk dibuat beristirahat. 
Anda juga dapat menikmati fasilitas televisi yang telah disediakan dalam kamar. Setidaknya ada 40 saluran televisi yang dapat ditonton oleh setiap pengunjung. Di dalam kamar juga tersedia sebuah meja dan sebuah kursi dengan dua cangkir dan pemanas air serta kopi dan teh yang berada dalam gelas mungil.  Tidak ketinggalan pula terdapat wadah untuk sepatu, tempat untuk menggantung baju, telepon dan AC pastinya.
Kamar hotel ini juga sangat bersih dan nyaman. Anda dapat menggunakan shower untuk mandi menggunakan air panas atau air dingin. Kamar mandi hotel ini juga dilengkapi dengan kursi duduk, wastafel, dua handuk dan peralatan untuk mandi. dan satu komentar untuk tempat dapat atau tempat pertemuan di hotel ini sangat nyaman dan bagus.

Saturday, November 10, 2018

Review Bluetooth Audio Receiver

Apakah kamu mempunyai speaker yang konvensional dan ketinggalan zaman? apakah untuk memutar musik di speaker tersebut harus menggunakan kabel Jack audio 3.5 mm? Jika benar, Jangan khawatir, sekarang ada solusinya.
sekarang telah banyak beredar di pasaran baik offline maupun online bluetooth audio receiver. Tentu saja kualitas dan harganya sangat beragam. Kita dapat menemukan produk-produk seperti itu dengan harga mulai dari Rp25.000, ⁿⁿ. Perangkat yang saya review ini saya dapatkan dengan harga Rp35.000,ⁿⁿ di plaza bitcom Jember.


Baca Juga : 


Dengan menggunakan bluetooth audio receiver, maka perangkat speaker yang tidak memiliki fitur bluetooth, menjadi dapat dikoneksikan melalui bluetooth. Cara menghubungkannya adalah dengan memasukkan colokan 3.5 mm yang terhubung dengan speaker ke lubang Jack pada bluetooth receiver tersebut. Selanjutnya, colokan ujung USB bluetooth audio receiver tersebut power bank atau batok charger agar memiliki daya. 
Setelah semuanya terhubung, maka lampu indikator akan berkedip kedip. Langkah berikutnya adalah nyalakan ponsel dan fitur bluetooth. Tambahkan perangkat bluetooth melalui pencarian otomatis. Anda akan menemukan nama perangkat bluetooth H-163. Selanjutnya akan terdengar suara "peared".  Nah, jika telah terdengar suara tersebut dandannya perangkat telah terhubung dan siap digunakan untuk memutar musik. Mudah bukan?

BAKESBANGPOL JATIM GELAR SOSIALISASI PEMILU UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI ELEMEN MASYARAKAT

BAKESBANGPOL Jatim bekerjasama dengan BAKESBANGPOL Jember gelar acara sosialisasi PEMILU. Acara tersebut bertemakan "Peningkatan Partisipasi Politik Elemen Masyarakat Dalam PEMILU Serentak (PILEG dan PILPRES) Tahun 2019." Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 8-9 November 2018 di Hotel Meotel Jl Karimata No 43 Jember. 
Acara yang berlangsung selama dua hari ini, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Jember. Dari 150 orang beserta, 50 diantaranya berasal dari mahasiswa. Sedangkan sisanya berasal dari perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, perwakilan instansi pemerintahan dan 5 orang penghayat.

Baca Juga :
First Impression To Ijen Crater


ada tersebut dibuka oleh perwakilan BAKESBANGPOL Jatim pada Kamis sore. Menurut perwakilan BAKESBANGPOL Jawa Timur, acara ini bertujuan untuk meningkatkan peran elemen masyarakat dalam pemilihan umum 2018. Nantinya setiap peserta diharapkan menjadi agen dalam kesuksesan penyelenggaraan pemilihan umum 2019.
Sepanjang berlangsungnya acara, tingkat partisipasi masyarakat yang terus mengalami penurunan menjadi sorotan utama. Pasalnya, sepanjang berlangsungnya pemilihan umum sejak reformasi, Pemilihan umum tahun 2004 lah yang memiliki partisipasi politik masyarakat cukup tinggi. Sedangkan pada pemilihan Bupati Jember beberapa tahun silam, angka partisipasi masyarakat tak lebih dari 60%.
Selain isu partisipasi masyarakat, isu yang cukup hangat diperbincangkan tentang maraknya HOAX yang beredar di kalangan masyarakat. Isu kebohongan kebohongan tersebut terus disebarkan oleh orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Diharapkan seluruh elemen masyarakat yang hadir pada kegiatan ini, dapat turut serta mencegah tersebarnya informasi-informasi yang simpang siur kebenarannya. Apabila berita-berita HOAX tersebut dibiarkan terus tersebar, maka dikhawatirkan persatuan bangsa akan dapat terpecah belah.
Penulis : Teguh Kasiyanto

Tuesday, November 6, 2018

Al Mawardi Al Ahkam As-Sulthaniyyah Sebuah Tawaran Sistem Kenegaraan Islam (1)


Sumber Gambar : Resplash

Riwayat dan Kondisi Sosial Politik
Imam Al Mawardi hidup pada seperempat terakhir abad ke-4 dan setengah abad ke-5 hijriah. Dialah cendekiawan muslim yang cemerlang dengan konsep kenegaraannya. Jika ditelaah lebih jauh, Imam Al Mawardi hidup pada masa dinasti Abbasiyah mendekati akhir. Pada masa ini, gaya hidup bermewah-mewahan tengah digemari di kalangan khalifah, bangsawan dan gubernur wilayah. Kemiskinan dan kelaparan di lain sisi menggerogoti penduduk dinasti Abbasiyah.
Dinasti Abbasiyah semasa Al Mawardi hidup sedang terjepit. Saat itu sedang ada tiga dinasti yang sedang berebut kekuasaan. Tiga dinasti tersebut adalah: dinasti Fatimiyah di Mesir, dinasti Umayyah II di Andalusia dan dinasti Abbasiyah di Iraq. Kondisi pada masyarakat zaman itu sedang terjadi taqlid buta terhadap imam mazhab yang mereka ikuti. Dalam kondisi dinasti Abbasiyah hal tersebut diperparah dengan gaya hidup yang buruk dalam lingkup pemerintahanya.

Baca juga :
Thomas Hobbes : Negara Monster (Bagian 1)

Al-Mawardi memiliki nama lengkap Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi. Dia lahir pada 370 Hijriah. Dia belajar di Basrah dan Baghdad. Al Mawardi juga menjadi hakim di beberapa tempat. Diantara guru-guru beliau adalah: 1), Al Hasan bin Ali bin Muhammad Al Jabali.,  2), Muhammad bin Adl bin Zuhar., 3), Ja'far bin Muhammad bin Al Fadhil Al Baghdadi., 4), Abu Al Qaaim Ash Shumairi dan lain-lain. Beliau adalah ulama yang terkenal dengan ketakwaannya. Karya-karyanya meliputi bidang: fiqih, fiqih politik, tafsir, sastra, dan aqidah. Beliau wafat pada tahun 450 hijriyah pada usia 80 tahun. Pujian dari para ulama terhadapnya sangat banyak. Jasa dan karyanya pada dinasti Abbasiyah membuat namanya disegani dan dihormati oleh Khalifah.
BERSAMBUNG!!!!

Referensi:
Al Mawardi, 2014, Al Ahkam As Sulthaniyyah Hukum Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam, Terj, Fadli Bahri, Jakarta, Penerbit Buku Islam Kaffah.
As'ad, 1978, Terjemah Fathul Mu'in Jilid 3, Kudus, Menara Kudus