Thursday, December 28, 2017

KEINDAHAN AIR TERJUN 7 BIDADARI SUMBER JAMBE JEMBER




Liburan telah tiba. Tanpa terasa 2017 sudah di penghujung. Waktunya bagi kita untuk mengembalikan semangat dengan berlibur. Bagi kamu yang lagi bingung mau libur kemana, datang saja ke air terjun 7 bidadari.
Air terjun 7 bidadari terletak di kecamatan Sumber Jambe kabupaten Jember. Air terjun ini tepatnya berada di kaki Raung yang masih sangat asri. Letaknya berada di wilayah Perhutani, sehingga masih sangat terjaga keasriannya.
Lokasi Air Terjun ini berjarak sekitar 35 km ke arah timur dari Kota Jember. Untuk mencapai tersebut, terdapat dua access yaitu melalui Arjasa-Kalisat-Sumber Jambe, dan akses kedua melalui jalur Pakusari-Mayang-Ledokombo-Cumedak-Sumberjambe.

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/12/seminar-legislasi-dpm-fisip-unej.html

Setelah sampai di jalur Sumber Jambe akan ada petunjuk arah menuju air terjun 7 Bidadari tersebut. Kurang lebih berjarak 7 km dari jalur utama Sumber Jambe.
Setelah sampai di pemberhentian, selanjutnya kendaraan di parkir. Tidak butuh uang yang banyak untuk menikmati keindahan air terjun ini. Setelah motor diparkir، perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri Jalan Jalan Setapak. Udaranya masih sangat bersih.

Jalan Setapak yang dilalui, kiri kanannya masih penuh dengan tumbuhan-tumbuhan hutan. Jembatan-jembatan kecil dan undakan sudah dibuat oleh pengelola. Sehingga jalanan yang dilalui tidak begitu sulit. Setelah berjalan sekitar 7 menit, kita telah sampai air terjun yang dimaksud.
Foto Bersama

Air terjun ini buka sejak jam 08.00 pagi Hingga jam 04.00 sore. setelah sampai di air terjun ikan pedang pemandangan yang menakjubkan. Air yang turun dengan derasnya. Air yang sejuk ditambah angin gunung membuat suasana semakin asri. Anda akan merasakan nuansa alam yang menyejukkan jiwa. Suara air yang menderu, membuat kita seakan berada di tempat yang menjadi tepian surga. Ada 7 air terjun yang ada di tempat ini. Antara satu air terjun dengan air terjun yang lain berjarak puluhan meter. Tempat ini sangat cocok untuk liburan.
REPORTER : Teguh Kasiyanto

Monday, December 25, 2017

RESENSI BUKU BABAD TANAH JAWI TERLENGKAP DAN TERASLI


By : Teguh Kasiyanto
Penulis          : Soetjipto Abimanyu
Penerbit        : Laksana
Tahun Terbit : September 2017
Tebal             : 560 Halaman
Ukuran          : 15,5x24 cm
Harga             : Rp150.000,00 di Gramedia
ISBN.              : 978-602-407-214-8


Buku ini adalah buku yang secara komprehensif membahas sejarah jawa. Istilah babad biasa dikenal pada masyarakat Jawa untuk menjelaskan sejarah ataupun asal usul dari suatu tempat ataupun daerah. Babad Tanah Jawa ini menceritakan perjalanan pulau Jawa dari masa kemasa dari satu kepemimpinan menuju kepemimpinan yang lain.
Buku Babad Tanah Jawa ini memiliki beberapa keunggulan. Diantara keunggulan-keunggulan nya adalah: pertama, buku ini membahas sejarah pulau Jawa sejak generasi awal penduduknya., Kedua, data yang diambil dan disajikan di buku ini berasal dari berbagai sumber yang kemudian dikomparasikan dan saling melengkapi., Ketiga, disertai data pemimpin dari masing-masing dinasti hingga Mataram Islam. Keempat, disertakan kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Jawa pada abad ke-16.

Baca juga :

Buku Babad Tanah Jawa ini terdiri dari 13 Bab. Bab pertama dari buku ini membahas tentang kondisi geografis serta demografi Pulau Jawa. Gambaran umum tentang suku suku yang berdiam di dalam pulau Jawa dijabarkan dalam Bab pertama ini.
Kap kedua dari buku ini membahas tentang asal-usul penduduk Jawa. Dalam bab ini dijelaskan berbagai pendapat tentang asal-usul penduduk Jawa. Di antara pendapat-pendapat tentang asal usul pulau Jawa menyebutkan jika penduduk pulau jawa berasal dari bangsa Rum, Bangsa Cina, Bangsa India juga cerita tentang Aji Saka. Silsilah raja-raja Jawa juga disajikan dalam bab ini. Tidak ketinggalan pandangan masyarakat tentang Jayabaya juga ada di dalamnya.
Bab ke-3 dan ke-4 buku ini membahas tentang Kerajaan Mataram kuno dan kerajaan Kahuripan. Dalam buku ini dijelaskan jika Kerajaan Mataram Kuno juga dikenal dengan nama kerajaan Medang. Tapi ini yang menceritakan tentang berbagai macam dinamika politik baik pada masa kerajaan Medang maupun pada masa kerajaan Kahuripan. Kerajaan Kahuripan sendiri merupakan penerus dari kerajaan Mataram Kuno. Pendiri kerajaan Kahuripan adalah Raja Airlangga yang masyur namanya.
Bab ke-5 hingga ke-7 membahas tentang Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari dan kerajaan Majapahit. Kerajaan Kediri memiliki banyak pencapaian terutama dalam bidang karya sastra. Berbagai macam karya sastra dari India diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa kuno. Raja Kediri Jayabaya yang terkenal akan ramalannya turut diulas di dalamnya. Kemunculan Singasari yang fenomenal disertai dengan takluknya Swarnabhumi kepada Singasari menjadi kisah yang menarik untuk dikuak. Munculnya Kerajaan Majapahit pasca keruntuhan Singasari, membuktikan adanya estafet kepemimpinan yang terus berlangsung di tanah Jawa. Berbagai macam pencapaian diraih pada masa kerajaan Majapahit.
Bab ke-8 dan ke-9 buku ini membahas tentang kerajaan Demak Bintoro Kerajaan Pajang. Dua kerajaan ini adalah kerajaan Islam di tanah Jawa. Raden Fatah adalah pendiri dari Kerajaan Demak. Dia adalah putra dari Brawijaya V melalui Putri Campa. Setelah runtuhnya kerajaan Majapahit, kerajaan Demak muncul memimpin Tanah Jawa. Setelah Sultan ke-3 Demak meninggal dunia, pusat pemerintahan dipindahkan ke daerah Pajang, dengan rajanya Hadi Wijaya atau Jaka Tingkir. Pada periode Kerajaan Pajang inilah Islam mulai masuk ke pedalaman Jawa.
4 bab terakhir dari buku ini membahas hal-hal yang cukup penting untuk diketahui. Bab Ke-10 dan ke-11 membahas tentang kerajaan Mataram dan kasultanan Surakarta atau Kartasura. Sementara bab ke 12, membahas tentang kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Jawa pada abad ke-16. Yang meliputi: kerajaan Gresik, kerajaan Tuban, Pati, Sumenep, Blambangan, Cirebon dan Banten. Sedangkan pada bab ke-13 buku ini, Jelaskan tentang candi-candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Kediri, Singasari dan Majapahit.
Secara keseluruhan, buku ini sangat layak untuk dibaca. Buku ini direkomendasikan bagi pecinta sejarah Danbo cinta budaya. Akan tetapi, sayangnya buku ini tidak membahas tentang kebudayaan pasca masuknya Islam dan Kristen. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika buku ini dapat disempurnakan kembali.

Saturday, December 23, 2017

SEMINAR LEGISLASI DPM FISIP UNEJ


Kamis, 21 Desember 2017
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember mengadakan seminar legislasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada mahasiswa mahasiswa baik dari Universitas Jember maupun dari perguruan tinggi yang diundang tentang pengetahuan legislasi. Hal ini dilakukan mengingat semakin tingginya apatisme di kalangan mahasiswa. Dengan adanya seminar legislasi tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat memahami dan meninggalkan sifat apatisme.
Acara tersebut berlangsung sangat menarik. Dalam acara ini dewan perwakilan mahasiswa Fisip Unej yang diketuai oleh Dimas Baskoro mengundang empat pembicara yang profesional. Empat pembicara tersebut adalah Bapak Lukman dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jember, Ade selaku mantan ketua BPM Universitas Jember tahun 2016, Adam salah satu dosen fakultas hukum Universitas Jember dan Muhammad Nur Purnomo Sidi sel aku anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019.
Materi pertama disampaikan oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Jember. Beliau menyampaikan tentang pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh DPRD Kabupaten Jember. Salah satu pencapaian dari DPRD Jember adalah disahkannya Perda disabilitas. DPRD Jember mendapatkan apresiasi karena telah menerbitkan Perda disabilitas tersebut.
Materi kedua Disampaikan oleh Bapak Adam selaku akademisi. Beliau menjelaskan tentang sejarah konstitusi dan sejarah kontrak sosial. Beliau menjelaskan tentang teori-teori Thomas Hobbes tentang kesepakatan. Manusia pada dasarnya memiliki hasrat untuk saling menindas satu sama lain. Sehingga diperlukan peraturan-peraturan diantara mereka agar tercipta keteraturan. Begitulah garis besar materi yang disampaikan oleh Beliau.

Baca Juga :

Materi ketiga disampaikan oleh Ade. Dia adalah mantan ketua BPM Universitas Jember tahun 2016. Dia menjelaskan tentang statuta Universitas, landasan tentang organisasi kemahasiswaan, tugas-tugas BPM serta kondisi mahasiswa masa kini. Menurutnya, mahasiswa zaman lampau sangat idealis dan anti terhadap kemapanan. Sedangkan mahasiswa masa kini akal kritisnya telah terbunuh dan mati. Menurutnya, dari 28000 mahasiswa Universitas Jember hanya 7000 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa tahun 2017. Angka ini menunjukkan jika apabila mahasiswa sangat tinggi.
Materi keempat disampaikan oleh Muhammad Nur Purnomo Sidi selaku anggota DPR RI Komisi XI. Beliau menyampaikan materi tentang hak-hak Seorang anggota dewan. Secara umum beliau menyampaikan ada tiga hak anggota DPR yaitu: hak legislasi, hak angket dan hak budgeting. Hak legislasi adalah hak untuk membuat suatu aturan. Hak budgeting adalah hak anggota DPR untuk menyusun anggaran. Sedangkan hak angket adalah hak untuk melakukan penyelidikan. Yang terbaru adalah hak angket atas KPK yang masih ramai diperbincangkan.

Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan-pertanyaan kritis pun muncul. Pertanyaan tentang hak angket terhadap KPK, kondisi mahasiswa masa kini, mengkritisi terkait lambatnya Perda RTRW Jember bahkan tentang pembangunan trotoar yang terkesan menghambur-hamburkan anggaran. Setidaknya, pertanyaan-pertanyaan tersebut membuktikan jika kritis di kalangan mahasiswa tidaklah sepenuhnya hilang. Menurut Qorib Sony Marta Sungsang salah satu anggota DPM, menilai jika acara ini sudah berlangsung secara sukses dan meriah. Antusiasme peserta untuk menghadiri acara ini membuktikan jika minat terhadap legislatif masih baik.
Reporter : Teguh Kasiyanto

Thursday, December 21, 2017

Workshop dan Seminar Pemuda Disabilitas Peduli PILKADA Akses 2018

Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama dengan persatuan penyandang cacat atau PERPENCA Jember mengadakan workshop dan seminar Pemuda disabilitas peduli Pilkada akses 2018. Acara tersebut digelar pada hari Senin, 18 Desember 2018 di rumah makan Sumber Nikmat Jember.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari organisasi kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, pergerakan mahasiswa Islam Indonesia, beberapa Ormas, partai politik dan dari PEROENCA Jember sendiri. Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB. acara workshop dan seminar tersebut terbagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi workshop dan FGD (focus group discussion).


Sesi pertama adalah sesi workshop dan seminar. P3materi sesi ini adalah dari KPUD Jatim, Staf KEMENPORA, KPUD jember dan Dr Sutomo selaku akademisi. Setidaknya ada beberapa poin yang disampaikan pada sesi ini. Diantaranya adalah pemutakhiran data penyandang disabilitas oleh Komisi Pemilihan Umum daerah Jawa Timur. Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur bersedia memfasilitasi seluruh penyandang disabilitas agar dapat tersalurkan hak-haknya.

Baca juga :

Sesi kedua acara ini dimulai pukul 13.00 WIB. sesi ke-2 ini peserta dibagi kedalam dua kelompok besar dengan beberapa pembagian tema. Dalam sesi ini diadakan focus group discussion yang tujuan akhirnya adalah mendukung Pemilu akses 2018. Perdebatan yang terjadi dalam forum ini sangat menarik. Mengingat beberapa tokoh dari partai politik ikut serta di dalam focus group discussion ini. Salah satu poin yang menjadi perdebatan adalah adanya tuntutan partisipasi aktif oleh kaum difabel dalam pemilu akses. Berbagai argumen baik Pro maupun kontra mengiringi usulan tersebut. Workshop dan seminar ditutup dengan pembacaan deklarasi dukungan terhadap akses 2018 oleh seluruh peserta. Keseluruhan isi dari deklarasi tersebut berjumlah 7 poin. Salah satu poinnya meminta adanya pemutakhiran data oleh KPUD terhadap pemilih difabel.
Reporter : Teguh Kasiyanto

Saturday, December 16, 2017

Marriage Calculation By Name (Perhitungan Pernikahan Berdasarkan Nama)

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere'Jawi.
Seperti pada pembahasan sebelumnya, orang Jawa sangat teliti dalam menghitung seluruh unsur-unsur yang berkaitan dengan kehidupannya. Setelah sebelumnya dijelaskan tentang dampak dari dilangsungkannya pernikahan berdasarkan bulan hijriyah, maka pada kesempatan kali ini, akan dijelaskan tentang Perjodohan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan nama mereka.

Orang yang akan menikah baik laki-laki maupun perempuan, diambil huruf depan dari nama kedua pasangan tersebut. Selanjutnya, isi (Neptu) dari masing-masing huruf depan tersebut ditambahkan dan dibagi 5. Jika jatuh pada hitungan:
  1. Sri, Selamat, rejekinya selalu berganti-ganti diperoleh.,
  2. Lungguh, berpangkat.,
  3. Gedhong, Kaya.,
  4. Lara, kesukaran.,
  5. Pati, sengsara sering kematian.


Neptu hurufnya:
H : 1  N : 2  C : 3  R : 4
K : 5  D : 6  T : 7  S : 8
W : 9  L : 10  P : 11 Dh : 12
J : 13  Y : 14  Ny : 15  M : 16
G : 17  B : 18  Th : 19 Ng : 20
NB : bentuk huruf 'A = Ng, A = H


Baca juga : 

Contoh Kasus 
  1. Jika seorang laki-laki dan seorang perempuan akan melangsungkan pernikahan, maka ketahuilah nama mereka masing-masing. Semisal yang akan menikah bernama Muhammad Abdul Rohim dan yang perempuan bernama Nandika Prameswari, maka ambillah huruf pertama dari kedua nama tersebut yaitu M dan N. Kemudian jumlahkan lah neptunya yaitu 16+2=18. Hasil akhir tersebut kemudian dibagi lima, Sisanya adalah 3. Mengapa sisa.? Karena bilangan yang dapat dibagi dengan 5 adalah 15. Sehingga muncullah sisa bilangan 3. Bilangan 3 artinya Gedong, yang dapat menggambarkan di kemudian hari mereka akan kaya.
  2. Seorang laki-laki yang bernama Ngadiman akan menikah dengan seorang perempuan yang bernama Laksmi. Berdasarkan nama keduanya penjumlahan neptunya adalah sebagai berikut, 20+10=30. Hasil disebut kemudian dibagi dengan bilangan 5. Permasalahannya bilangan 30 langsung dapat dibagi dengan bilangan 5. Jalan keluarnya adalah Carilah angka dibawah 30 yang dapat dibagi dengan 5 yaitu bilangan 25. Sehingga muncullah sisa bilangan lima. Dalam hitungan sisa lima berarti Pati yang akan menimbulkan dampak kesengsaraan dan adanya kematian. Namun demikian perlu diingat bahwa, hidup dan mati manusia sepenuhnya berada pada kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala..


Perhatian..!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 20 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA

Wednesday, December 13, 2017

Bulan Untuk Akad Nikah, Baik Dan Buruknya

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere'Jawi.
Sudah lama sepertinya saya tidak menulis tentang hal-hal yang berbau Jawa. Hal tersebut dikarenakan masih banyak hal-hal yang harus dikerjakan, baik berupa tugas kuliah maupun tugas di luar perkuliahan. Setelah sekian lama tidak ada tulisan tentang perihal Jawa, ini saatnya tulisan-tulisan tersebut kembali mengemuka.
Orang Jawa adalah orang yang terkenal teliti dan hati-hati dalam melakukan berbagai keperluan dan hajat. Oleh sebab itu, orang Jawa memiliki hitungan-hitungan tersendiri antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lainnya. Hitungan-hitungan tersebut kemudian tidak untuk mempersulit orang-orang Jawa, melainkan hitungan-hitungan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk berhati-hati dan mendekat kepada Ilahi dalam ketakwaan dan ketaatan.

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/10/perhitungan-membuat-atau-berpindah_25.html

Salah satu hal yang menunjukkan Ceritanya orang Jawa dalam melakukan perhitungan adalah dalam hal pernikahan. Dalam pernikahan, orang Jawa akan menghitung seluruh Sisi baik dan buruk dari kedua belah pihak. Dari hal terkecil hingga yang nampak berat tak luput dari perhitungan. Dalam kesempatan kali ini, Saya akan mengatakan perhitungan orang Jawa untuk menentukan bulan pernikahan. Orang Jawa percaya jika, bulan dilangsungkannya akad nikah memiliki dampak yang besar bagi kehidupan rumah tangga dan kedua belah keluarga yang dipersatukan. Bulan yang digunakan di sini adalah bulan-bulan Hijriyah.

Berikut adalah bulan-bulan dilangsungkannya pernikahan beserta dampak yang dipercaya akan timbul:
  • Sura, jangan dilanggar, karena kalau dilanggar akan mendapat kesukaran dan selalu bertengkar.,
  • Sapar, boleh dilanggar, walau akan kekurangan dan banyak hutangnya.
  • Rabiul Awal, jangan dilanggar, karena salah satu akan meninggal.,
  • Rabiul Akhir, boleh dilanggar, walau sering digunjingkan dan dinamika.,
  • Jumadil Awal, boleh dilanggar, walaupun sering ditimpa Kehilangan dan banyak musuh.
  • Jumadil Akhir, kaya akan harta benda.,
  • Rajab, selamat serta banyak anak.,
  • Sya'ban, selamat dan selalu damai.,
  • Ramadhan, jangan dilanggar, karena akan mendapatkan kecelakaan besar.,
  • Syawal, boleh dilanggar, walaupun sering kekurangan dan banyak hutang.,
  • Dzulqo'dah, jangan dilanggar karena akan sering sakit, sering bertengkar dengan teman.,
  • Dzulhijjah, kaya dan mendatangkan kebahagiaan.


Catatan......!!!!
Bulan Jumadil akhir, Rajab, Sya'ban dan Dzulhijjah adalah bulan yang baik untuk melaksanakan akad nikah. Lebih baik lagi jika dalam  bulan tersebut di mana ada hari Jum'at Kliwon di dalamnya, hal itu lebih utama. Akan tetapi, jika tidak ada hari Jumat Kliwon dan adanya adalah hari Selasa Kliwon, maka sebaiknya bulan tersebut dihindari untuk pernikahan. Sebagai gantinya gunakanlah bulan Sapar, Rabiul awal, Jumadil Awwal atau Syawal, namun dengan catatan ada hari Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon di dalamnya.

Perhatian..!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 33 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA

Tuesday, December 12, 2017

RESENSI BUKU SOSIOLOGI EKONOMI, Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernisme


By : Teguh Kasiyanto


Penulis          : DR. Bagong Suyanto
Penerbit        : Kencana
Tahun Terbit : 2017
Tebal             : XX+286 Halaman
Ukuran          : 13,5x20,5 cm
Harga             : Rp72.000,00 Diskon 15% Rp61.200,00 di Togamas Jember
ISBN.              : 9786029413823

Buku sosiologi ekonomi ini, merupakan buku cetakan ke-3 yang diterbitkan pada tahun 2017. Dari judulnya saja, kita akan mengetahui jika buku ini membahas percampuran antara dirimu sosiologi dan ilmu ekonomi. Pencampuran dua keilmuan tersebut, menghasilkan satu cabang keilmuan baru yang disebut sosiologi ekonomi.

Baca juga :

Buku yang berjudul lengkap sosiologi ekonomi kapitalisme dan konsumsi di era masyarakat Post modernisme ini memiliki banyak kelebihan. Banyak kelebihan beberapa bagian dari buku ini dibahas dengan menggunakan perspektif kritis. Sehingga kita dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi yang ada di masyarakat saat ini. Pembahasannya pun sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja Bahasan tentang gaya hidup dan masyarakat konsumen. Dengan pembahasan yang mudah dipahami, buku ini sangat layak untuk dibaca bagi para sosiolog muda dan pengamat ekonomi serta masyarakat luas yang haus akan pengetahuan.
Buku yang menarik ini terdiri dari 11 bab di dalamnya. Secara garis besar isi buku tersebut meliputi pembahasan tentang: sosiologi ekonomi kontemporer, teori kritis sosiologi ekonomi, kapitalisme, neoliberalisme, masyarakat konsumen, gaya hidup, globalisasi, komoditas, hiperrealitas bahkan bahasa iklan yang mempengaruhi tingkat konsumsi Masyarakat. Yang juga menarik dari buku ini adalah disertakan nya referensi dari setiap bab pembahasan. Sehingga pembaca dapat mencari secara langsung mencari referensi-referensi rujukannya. Cukup.?
Secara keseluruhan, buku ini sangat baik. Namun ada beberapa kekurangan yang mungkin akan dapat diperbaiki baik oleh penulis maupun penerbit. Pertama, pada beberapa bagian dari buku ini perlu ditambahkan contoh-contoh yang kontekstual. Bisanya bahasa Jawa sandi tentang komoditas. Kedua, ukuran buku ini perlu sedikit diperlebar dan diperpanjang. Agar buku ini dapat lebih mudah dibaca, dan dipegang oleh penyandang low Vision sekalipun. Karena bagi penyandang low Vision, cara membacanya akan menempel pada buku. Sehingga dengan ditambah ukuranya misalnya, 14x21 atau 16x24, buku akan tetap nyaman meskipun dibaca dari jarak dekat.

Monday, December 11, 2017

PERINGATI HARI DISABILITAS INTERNASIONAL, PLCD GALANG PETISI


Jum'at, 8 Desember 2017
Jember, Dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional, PLCD menggalang tanda tangan untuk petisi. Petisi tersebut adalah dukungan untuk mewujudkan kampus yang inklusif terhadap penyandang disabilitas. PLCD merupakan lembaga konseling bagi penyandang disabilitas di bawah naungan LP3M Universitas Jember.
Acara penggalangan tanda tangan tersebut diawali dengan beberapa sambutan. Sambutan sambutan tersebut disampaikan oleh Ketua PLCD, Ketua LP3M dan tak lupa pula sambutan dari ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember. Peringatan hari disabilitas internasional pada tahun ini mengambil tema berkarya tanpa batas.

Dalam sambutannya, Ketua PLCD menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang bersedia hadir, terutama kepada mahasiswa penyandang disabilitas yang dipandang luar biasa. Lebih lanjut sambutan Ketua LP3M, yang disampaikan oleh M Taufiq, pihaknya mendukung penuh atas terlaksananya acara peringatan hari disabilitas internasional ini.
Setelah diadakan pembukaan acara oleh ketua LP3M, acara sepenuhnya diserahkan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember. Acara dilanjutkan dengan penggalangan tanda tangan kepada orang-orang yang sedang berada di pelataran LP3M. Setidaknya pergelangan tandatangan tersebut berlangsung selama dua jam.

Baca juga : 
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/12/join-on-first-internasional-seminar.html

Setelah tanda tangan terkumpul, acara dilanjutkan dengan menuju gedung rektorat Universitas Jember untuk menyerahkan petisi tersebut kepada Rektor. Rektor Universitas Jember Muhammad Hasan P.hD, menerima penyerahan petisi tersebut sekaligus ikut menandatanganinya. Dalam dialog singkat antara mahasiswa difabel dan rektor Universitas Jember, rektor Universitas Jember menyatakan jika desain bangunan-bangunan yang baru dibangun sudah ramah bagi kaum difabel. Akan tetapi untuk bangunan-bangunan yang lama, hal tersebut masih dalam proses pencarian jalan keluar. Sementara itu, untuk masalah beasiswa Rektor menyatakan jika, "beasiswa diberikan kepada mereka yang tidak mampu dan berprestasi." Itu artinya, jika mahasiswa penyandang disabilitas ingin mendapatkan beasiswa, maka pilihannya hanya satu, yaitu berprestasi.
Reporter : Teguh Kasiyanto

Sunday, December 10, 2017

RESENSI BUKU KITAB EPOS MAHABHARATA

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : C Rajagopalachari /YUDHI MURTANTO
Penerbit        : Laksana
Tahun Terbit : 2017
Tebal             : 484 Halaman
Ukuran          : 15x24 cm
Harga             : Rp110.000,00
ISBN.              : 9786024071783


Epos adalah bentuk cerita-cerita kepahlawanan pada masa lampau. Epos pada umumnya berbentuk syair-syair yang sangat panjang dan banyak. Salah satu emosi yang terpanjang dan legendaris adalah epos Mahabharata dan Ramayana. Di Indonesia khususnya pulau Jawa dan pulau Bali, epos Ramayana dan Mahabharata menjadi sumber dari lakon dalam pementasan wayang, baik wayang kulit maupun wayang orang yang berpegang pada Pakem.
Penulis dari epos Mahabharata adalah Resi Wiyasa. Dari beliaulah epos Mahabharata diturunkan dan diajarkan kepada murid-muridnya. Dari murid-muridnya lah, epos Mahabharata terus diturunkan kepada masyarakat saat ini. Epos Mahabharata terus diturunkan kepada masyarakat saat ini pada saat Resi Wiyasa telah menyelesaikan ceritanya, dia kebingungan mencari orang yang cocok untuk menuliskan ceritanya tersebut. Dalam kebingungannya tersebut datanglah Dewa Brahma. Resi Wiyasa kemudian menjelaskan Jika ia memiliki sebuah cerita namun tidak ada yang dianggap pantas untuk menuliskannya. Karena permohonannya tersebut, Dewa Brahma kemudian memberikan petunjuk untuk memanggil Ganapati. Menurut Dewa Brahma, Ganapati adalah orang yang tepat untuk menuliskan seluruh kisah yang telah disusun oleh Resi Wiyasa. Setelah Ganapati datang, Resi Wiyasa menjelaskan maksudnya memanggil Ganapati. Ganapati menyanggupi permintaan dari Resi Wiyasa. Sebaliknya Rossi Wiyasa juga mengajukan sebuah syarat kepada ganapati selama penulisan naskah Mahabharata.

Baca Juga :

Epos Mahabharata adalah salah satu pos yang menarik sekaligus membangun kesadaran jiwa. Cerita tersebut dimulai dari seorang tokoh yang bernama Dewa Brata. Seorang raja yang terpikat kepada kecantikan Dewi Gangga. Seorang bidadari yang menjalani kutukan di Arcapada. Dari perkawinan dewabrata dan Dewi Gangga, lahirlah 8 orang anak. Dari 8 orang anak tersebut, hanya anak terakhir Lah yang hidup, sementara 7 Anak sebelumnya dibuang oleh Dewi Gangga dalam sungai. Anak kedelapan inilah yang kemudian diberi nama Bhisma.
Dari Bisma inilah, alur dari epos Mahabharata mulai hidup dan muncul konflik konflik. Bhisma telah berjanji untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk membela Hastinapura. Di kemudian hari Hastinapura dipimpin oleh keponakannya yang bernama Pandu. Pandu sendiri adalah adik dari Destarata. Destarata mempunyai anak sebanyak seratus orang yang kemudian disebut dengan Kurawa. Sementara Pandu memiliki 5 orang putra dari dua orang istrinya, lima anak Bandung tersebut kemudian disebut dengan Pandawa. Perebutan tampuk kekuasaan Hastinapura antara Pandawa dan Kurawa dipenuhi dengan intrik-intrik politik yang sangat Rugi untuk dilewatkan. Intrik intrik politik ini kemudian terjadinya perang besar di Kurusetra yaitu perang Baratayuda.
Perang Baratayuda sendiri, melibatkan kerajaan-kerajaan besar yang merupakan persekutuan dari masing-masing pihak. Epos Mahabharata ini diakhiri dengan musnahnya klan Yadawa yang merupakan penduduk dari Duaraga. Setelah wafatnya Krishna, tampuk kekuasaan Hastinapura diserahkan kepada Putra Abimanyu yang bernama Pari Kesit. Dan epos tersebut ditutup dengan Ujian terakhir bagi para Pandawa menuju Alam Nirwana.
Secara keseluruhan kitab epos Mahabharata ini adalah sebuah mahakarya yang ditulis ulang dan diceritakan kembali. Meskipun epos tersebut difilmkan dan ditayangkan di televisi nasional, namun tentunya interpretasi yang akan didapatkan oleh pembaca akan sedikit berbeda, antara menonton di televisi dan membaca teks buku secara langsung. Bagi para pecinta evos, epos Mahabharata layak tertinggi di hati pembacanya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan mendatangkan kebaikan bagi kita semua. Dan jangan pernah berhenti untuk menggali pengetahuan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.

Friday, December 8, 2017

KKL, PERJALAN PERTAMA KE PULAU DEWATA (Bagian 3)

Reporter: Teguh Kasiyanto

Udara pagi masih warna kulit. Joko sudah mulai membangunkanku sejak tadi. Rasanya diri ini masih enggan meninggalkan tempat tidur. Saat itu sudah pukul 05.30 WITA. Kami mulai terbangun dari tidur yang lelap. Kami mau mandi pagi bergantian. Rasanya segar sekali setelah tubuh ini tersirami oleh air hangat di pagi hari.
Aku sudah mandi dan sudah mengganti pakaian. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WITA. Kami kembali menuju ke lantai 5, untuk menikmati sarapan pagi. Menu masakan pagi ini lumayan enak. Membuat perut yang sudah keroncongan semakin semangat untuk menyantap makanan yang tersedia di sana. Setelah makan, segelas teh pun turut menemani bagi kami. Selepas itu, kami kembali ke kamar masing-masing untuk dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan.

Aku sudah bersiap-siap dan sudah mengemasi seluruh barang-barangku. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 08 30 WITA. Padahal sebenarnya kami sudah harus berangkat pukul 08.00 WITA, tapi entahlah, mungkin mereka atau juga aku masih enggan untuk meninggalkan hotel ini. Pukul jam 09.0o9.15 WITA, kami semua sudah menyelesaikan proses check-out.
Bus sudah menunggu di depan hotel. Nampaknya bus situ begitu tepat waktu, sampai-sampai justru kami yang menghabiskan banyak waktu. Pukul 09.30 WITA, bus mulai melaju perlahan meninggalkan Hotel Nirmala. Di hari kedua ini kami masih ditemani oleh surga yang sama, yaitu I Made suasa. Perjalanan berlangsung lancar tanpa adanya kendala. Seperti di hari pertama, I Made Suasa menceritakan tentang banyak hal dari tempat-tempat yang dilalui. Dia juga menceritakan tentang perang besar yang pernah terjadi di tengah-tengah kota tersebut.
Sekitar hampir pukul 10.00 siang kami tiba di tempat tujuan. Tempat tujuan pertama kami hari ini adalah pusat oleh-oleh Krishna. Kami diberi waktu satu jam untuk berbelanja di tempat ini. Satu persatu dari kami pun masuk ke dalam pusat penjualan oleh-oleh tersebut. Satu yang khas adalah setiap yang akan masuk ditempeli stiker di bagian dadanya. Satu hal yang tak pernah ku jumpai sebelumnya. Di dalam pusat perbelanjaan itu terdapat bermacam-macam oleh-oleh. Mulai dari kue, handicraft, lukisan bahkan hingga baju dan kaos khas Bali pun ada di tempat ini. Cukup lama aku berkeliling di tempat ini. Aku hanya membeli sebungkus gantungan kunci dan sebuah kaos, yang harga keduanya tak lebih dari Rp43.000. bukan aku tak mau membeli sesuatu di tempat ini. Tapi sungguh, uang sakuku sangat terbatas.. jadi aku tak bisa seleluasa teman-teman yang membawa uang saku lebih banyak.
Tak sampai satu jam aku sudah berada di luar pusat oleh-oleh tersebut. Kami segera kembali ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. Pukul 11.15 Wita, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat perbelanjaan selanjutnya yaitu Cening Bagus. Perjalanannya tak membutuhkan waktu lama. Hanya sekitar 15 menit kami sudah tiba di tempat tujuan. Kami pun segera berhamburan keluar dari bus untuk sampai ke pusat oleh-oleh tersebut.
Lokasi : Cening Bagus

Pusat oleh-oleh tersebut lumayan besar. Di dalamnya dijual berbagai macam oleh-oleh mulai dari makanan, handicraft hingga pakaian. Di tempat ini Kebetulan kami bertemu dengan rombongan yang kebetulan juga dari Unej. Mereka berasal dari fakultas teknik jurusan teknik sipil. Tanpa diduga-duga kamipun berjumpa dengan teman-teman KKN dulu. Di antara mereka ada teman-teman yang dulu satu kecamatan saat KKN. Akhirnya kami sedikit bertegur sapa dengan mereka. Di tempat ini aku membeli beberapa produk-produk oleh-oleh khas dari Bali. Total aku menghabiskan Rp 62.000,00 untuk membeli oleh-oleh. Ya daripada tidak membeli sama sekali, mendingan membeli sembari berhemat.

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/11/kkl-perjalan-pertama-ke-pulau-dewata_25.html

Pukul 12.15 Wita, kami melanjutkan perjalanan. Yang termasuk salah satu tempat yang cukup menarik dan terkenal. Namun sebelum itu, kami akan melaksanakan makan siang terlebih dahulu, Karena perut sudah meronta-ronta untuk segera diisi. Butuh waktu satu jam untuk sampai di rumah makan tersebut. Kami melaksanakan makan siang dan Sholat di rumah makan Saras. Menu makanan siang ini lumayan enak dan tidak membosankan. Selepas makan, kami segera keluar untuk menuju bus kembali. Cuaca di luar masih mendung dan gerimis. 
Perjalanan pun dilanjutkan. Pukul 14.15 Wita, kami telah tiba di Bedugul. Kami akan menyaksikan pura di tengah Danau Bratang. Bangunan tersebut pernah menjadi gambar belakang dari pecahan Rp50.000. sehingga sangat rugi jikaa dilewatkan. Kami punya waktu 2 jam untuk berkeliling di tempat ini. Dengan cuaca yang masih gerimis, kami perlahan-lahan berjalan menuju tepian danau yang sangat indah. Sungguh Indonesia sangat kaya akan tempat-tempat yang penuh makna dan memikat jiwa.



Dana

Selepas berfoto-foto, aku pun Kembali menuju bus. Pukul 15.30 Wita, terdengar suara Gema Adzan Ashar. Ini adalah hal yang sangat menarik bagiku. Karena penduduk mayoritas Pulau Dewata adalah beragama Hindu. Akan tetapi dengan adanya suara Adzan yang terdengar tersebut, sangat nampak jika toleransi umat beragama di daerah ini sangatlah baik dan tinggi. Hujan sudah mulai reda. Teman-teman sudah mulai naik ke dalam bus dan duduk di tempat duduk masing-masing.
Setelah semuanya sudah naik ke dalam bus, perjalanan pun dimulai kembali. Kami akan menuju pusat oleh-oleh Joger. Katanya tempat tersebut terkenal dengan produk-produknya yang kreatif dan terhitung branded. Dalam perjalanan menuju tempat oleh-oleh tersebut, diputarlah sebuah film dalam bus tersebut yang berjudul Surga Yang Tak Dirindukan. Sebuah film yang membuat seisi bus menjadi heboh akan kisah asmaranya. Cerita film yang sangat menguras emosi dan air mata. Tak sampai selesai film itu ditonton, kami sudah tiba di tempat tujuan.
Pusat perbelanjaan itu sangat baik. Penataan dan pelayanannya juga menarik. Barang-barangnya pun terbilang kreatif. Dari gantungan kunci , tas hingga kaos dan pakaiannya memiliki ciri khas yang tidak akan ditemui di tempat-tempat lain. Pada produk-produk Joger, terdapat kata-kata yang menarik sekaligus unik. Di tempat ini aku membeli sebuah kaos dan 2 buah gantungan kunci, yang kedua-duanya memiliki kata-kata yang unik pula. Mungkin jika lain waktu ada kesempatan untuk datang ke tempat ini lagi, saya akan membeli beberapa benda ataupun baju yang menarik. Toko ini akan tutup pada pukul 18.00 WITA, sehingga sebelum toko ini tutup, kami pun segera menyelesaikan proses pembelian barang yang dipilih. Sebenarnya kalaupun ada waktu 1 harian di tempat ini, rasanya masih kurang untuk menikmati produk-produk yang penuh dengan kreativitas ini. Semoga saja di lain waktu, saya masih dapat berkunjung ke tempat ini dengan kondisi dan status yang lebih baik lagi.
Pukul 18.00 WITA, kami meninggalkan pusat perbelanjaan itu. I Made Suasa yang sudah menemani kami selama buah hari dalam perjalanan ini, memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyampaiannya. Ada satu tempat yang tidak dapat dikunjungi yaitu Tanah Lot. Karena terbatasnya waktu, tempat itu tidak dikunjungi. Selanjutnya kami akan langsung menuju Jember. Akan tetapi sebelum itu kami akan melaksanakan makan malam di rumah makan Bidadari, tepatnya di kawasan Negara. Sekitar pukul 20.00 Wita, kami sudah tiba di rumah makan tersebut. Kami makan dengan lahapnya. Ya, Karena rasa lapar yang sangat hebat membuat kami tak sabar. 
Kami menghabiskan waktu 90 menit di rumah makan tersebut. Setelah dirasa cukup perjalanan pulang kembali dilanjutkan. Dalam perjalanan pulang tersebut, masih diputar kelanjutan dari film yang tadi sore. Beberapa teman-teman telah kembali istirahatnya. Sekitar pukul 23.00 Wita,  bus sudah memasuki Pelabuhan Gilimanuk. Tak terasa perjalanan pulang begitu singkatnya. Bus secara perlahan masuk ke dalam kapal yang akan membawa kami menyeberangi Selat Pulau Dewata. Di atas kapal, beberapa di antara kami naik bagian teratas, tempatnya di bagian dekat nahkoda kapal. Ombak malam itu agak tenang. Kapal melaju dengan perlahan menyeberangi Selat Pulau Bali. Pukul 23.30 WIB, kapal telah bersandar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. 
Perjalanan darat kembali berlanjut. Bus perlahan-lahan meninggalkan Pelabuhan Ketapang menuju Jember. Beberapa teman-teman yang berdomisili di daerah Banyuwangi turun satu persatu. Malam itu Banyuwangi hujan gerimis, seakan menyangkut kami yang baru saja melaksanakan kuliah kerja lapangan. Sebuah profesi yang hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Sebuah proses bersama yang benar-benar dilakukan bersama-sama teman satu angkatan dan satu kelas. Ini adalah momentum yang sangat langka dan tak mungkin akan dapat diulang seindah masa ini. Begitulah gerimis menyambut kami malam itu.  Bus melaju dengan cepat dan sangat gesit. Jika dibandingkan dengan keberangkatan, kecepatan bus Pada saat pulang lebih cepat. Cari pelabuhan Ketapang hingga ke Kalibaru hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 60 menit. Kelokan kelokan tajam di perbukitan Gumitir, dilewati bus ini dengan gesit dan tangkas. Pukul 02.00 WIB, bus telah sampai di double w Universitas Jember. Kami mulai turun dan mengemasi barang masing-masing. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat mengharukan. Sebuah momentum yang dapat dibeli dengan uang berapapun dan nominal sebanyak apapun. Bali memang adalah tempat yang sangat menarik. Waktu 2 hari rasanya tidak cukup untuk menikmati kemolekan Pulau Dewata. Saya berharap, masih akan dapat sampai di sana dalam waktu-waktu ke depan. Semoga saja ini bukan hanya harapan tapi juga akan menjadi kenyataan. 
BALI, I WILL COMEBACK........!!!!!

JOIN ON THE FIRST INTERNASIONAL SEMINAR SERIES ON REGIONAL DYNAMICS

Reporter : Teguh Kasiyanto

The international seminar series on regional dynamics is the interest event. I will wear two language in this information, Indonesia and English language. Before the seminar, all of participan must to send a text about reason and motivation join this event. text that gets approval, they are invited as seminar participants. This is my essay to approve International seminar. "This event is very interesting. I have four reasons to join this event. First, I want to know the climic of knowledge in International Seminar. Second, the issue of International Seminar is very important. Third, as a student I should know about the latest issues, both regional or national and international. Fourth, because In the future, I would like to be a speaker in the International Seminar, not as a participant only. I have some goals. First, to know the different between academic climate in Indonesia and other countries. Second, to know the development of theory and facts about public administration, especially on issues of local governance.."

Baca Juga :

Rabu Pagi cuaca cerah. Saya sangat bersyukur karena tulisan yang saya kirim sudah disetujui oleh panitia. Waktu menunjukkan pukul 07 35 Waktu Indonesia Barat, saya sudah bersiap-siap untuk menghadiri seminar internasional tersebut. Registrasi bagi peserta berlangsung sekitar satu jam. Pukul 08.30 pagi, acara pembukaan seminar tersebut dimulai. Rektor Universitas Jember Muhammad Hasan seminar internasional tersebut secara langsung. Dalam sambutan Rektor Universitas menyatakan, pihaknya sangat senang dengan diadakannya seminar internasional ini. Selain itu, juga diadakan kesepakatan antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember dan fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana, yang ditandatangani oleh masing-masing Dekan dari kedua belah pihak dan disaksikan oleh Rektor secara langsung. Kerjasama ini dilakukan sebagai upacara peningkatan mutu dan Tridharma Perguruan Tinggi dari masing-masing universitas.



Acara tersebut dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Profesor Andrej Stzando, Wroklaw University Polandia yang menyampaikan materi tentang The successful Contemporary lokal development governmence in Poland, wide desentralisasi substansi independence strategic approach and the Impact on ecomony innovativeness. Beliau menjelaskan tentang peningkatan pendapatan perkapita yang diraih oleh Polandia sejak 1992 hingga 2016. Pendapatan perkapitanya sudah mencapai 25000 USD. Pencapaian tersebut diraih dengan adanya desentralisasi yang dilakukan oleh pemerintah Polandia.


Sesi ke-2 materi diberikan oleh salah satu Profesor dari Indonesia. Beliau adalah Profesor Bambang Sugiono dari Universitas Brawijaya Indonesia. Beliau menjelaskan tentang local government Indovision to attain sustainable development. Dan sesi ke-3, materi dibawakan oleh Profesor Thomas Seitz University Of Wyoming USA. Dia menyampaikan sebuah materi dengan judul "Indonesia Steps Up Ride responsibilites and expectation of a rising power in the ASEAN Indo-Pasific.
Acara tersebut adalah acara yang sangat bermanfaat dan harus berkelanjutan. Meskipun barangkali apa yang disampaikan dalam seminar internasional ini, tidak semuanya dapat diterapkan di masing-masing daerah di Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur. Akan tetapi dengan adanya acara-acara semacam ini, perkembangan birokrasi dapat berjalan beriringan dengan inovasi teknologi yang berjalan sangat cepat. Succes for this seminar. I hope, all the participantss will getting new Knowledge and interest experience.

Wednesday, December 6, 2017

DISKUSI PUBLIK TENTANG PLURALISME DI SOKA RADIO JEMBER

Reporter : Teguh Kasiyanto

Sabtu tanggal 2 Desember 2017, aku mendapat pesan untuk mengisi diskusi publik di Soka Radio Jember. Aku diminta mengajak serta seorang teman. Kami diminta untuk membahas tentang pluralisme. Nama acara tersebut adalah RUBRIK, yang disiarkan secara on air putih hari Minggu 3 Desember 2017 pukul 14.00-15.00 WIB.

Studio Soka Radio Jember

Konsep diskusi tersebut adalah tanya jawab antara presenter kepada kami. Presenter acara tersebut adalah Mas Rhichi Putra. Saat saya mengajak Fatikhun Nada, sesama Gusdurian Jember. Gus Dur menang adalah sosok yang layak menjadi panutan dalam hal Pluralisme. Oleh sebab itu, sesekali diskusi dilakukan dengan menyebutkan beberapa ka5a yang pernah diutarakan oleh Guru Banget KH Abdurrahman Wahid khususnya tentang pluralisme.
Indonesia adalah sebuah negara yang terbangun dalam bingkai pluralitas. Ingatlah semboyan negara kita "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Mangruwa" yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sebagai bukti semboyan tersebut, kita memiliki beraneka ragam budaya, bahasa, suku dan agama yang bersatu dalam Indonesia. Tentu saja kita tidak dapat menolak pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Isu anti pluralisme akhir-akhir ini sering muncul. Isu tersebut terbukti dengan semakin seringnya gesekan-gesekan antar golongan. Padahal kita sadar jika kita adalah negara kepulauan yang besar. Pluralisme adalah sebuah kemutlakan yang tidak dapat ditolak oleh seluruh elemen bangsa ini. Orang-orang yang menerjemahkan pluralisme secara radikal, harus kembali menyadari jika pluralisme dalam konteks keindonesiaan adalah kesatuan yang dibangun dari perbedaan-perbedaan yang ada.
Tubuh kita sebenarnya telah mengajarkan pluralisme. Kita Renungkan bersama, jika mata kita tidak mampu mengenali berbagai macam objek, dirantai kita tidak pluralis. Begitu juga dengan telinga kita. Itulah sebabnya kita sangat membutuhkan pluralisme pada konteks keindonesiaan. Itulah sekilas pembahasan pada publik tersebut.

Saturday, December 2, 2017

RESENSI BUKU MENGGUGAT PATRIARKI


By : Teguh Kasiyanto


Penulis          : Kamla Bhasin
Penerbit        : Yayasan Bentang. Budaya
Tahun Terbit : 1996
Tebal             : Xiii+65 Halaman
Ukuran          : 14x20 cm
Harga             : Rp25.000,00


         Budaya patriarki adalah budaya yang tersebar di berbagai belahan dunia. Budaya ini memandang kaum perempuan lebih rendah dari kaum laki-laki. Meskipun sekarang sudah memasuki zaman yang sangat modern, namun budaya tersebut masih dipertahankan dan diterapkan di masyarakat. Masyarakat Indonesia juga memiliki budaya patriarki, meskipun ada beberapa daerah yang memiliki budaya matrinileal.
         Buku yang berjudul Menggugat Patriarki ini adalah buku yang unik bagus bagi para pemula menuju teori-teori feminis. Buku ini sangat mudah dipahami oleh semua pembaca yang budiman. Buku ini berisi tentang tanya jawab berkaitan ketimpangan -ari yang terjadi antara kaum laki-laki dan perempuan.
         Buku ini terdiri dari dua bab utama, yaitu tentang patriarki dan sejarah patriarki dari berbagai rujukan. Kamla Bhasin memulai buku ini dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering kita dengar sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus mendalam dan menyentuh ketimpangan yang terjadi di sekitar kita. Diantara dari contoh-contoh pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah : Apa yang disebut patriarki.?, Bagaimana wujud patriarki.? Bisakah kita lihat dalam kehidupan kita sendiri.? Dan pertanyaan-pertanyaan lainya.
         Dalam buku ini, kita juga akan menjumpai berbagai bentuk-bentuk ekploitasi terhadap kaum perempuan. Dalam buku ini juga dijelaskan beberapa kontrol kaum laki-laki atau perempuan. Kontrol tersebut meliputi daya produktif perempuan, reproduksi perempuan, kontrol atas seksualitas perempuan, gerak perempuan dan kepemilikan atas sumber daya
         Buku ini direkomendasikan bagi pemula. Karena dengan membaca buku ini, para pemula dapat mengenali bentuk-bentuk ekploitasi Terhadap perempuan oleh laki-laki. Bagi anda yang sudah membaca buku-buku feminis, mungkin buku ini akan terdengar dangkal. Tapi untuk memperkaya khasanah keilmuan, hal ini tak ada salahnya untuk divaca.

Wednesday, November 29, 2017

RESENSI BUKU CULTURAL STUDIES TEORI & PRAKTIK

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : Chris Braker
Penerbit        : Kreasi Wacana
Tahun Terbit : 2015
Tebal             : XXVI+470 Halaman
Ukuran          : 16x24 cm
Harga             : Rp70.000,00


         Cultural studies adalah perkembangan teori-teori sosiologis. Cultural Studies sendiri muncul setelah postmodern. Dalam perkembangannya, sebenarnya sudah ada yang lebih baru daripada wacana cultural studies, yaitu wacana-wacana poskolonial. Secara lebih spesifik, cultural studies adalah penerus dari teori post-marxis. Sangat disarankan sebelum membaca buku ini, terlebih dahulu mempelajari teori teori Marxis terdahulu.
         Buku Cultural Studies ini, terbagi ke dalam tiga bagian besar. Bagian-bagian sel tersebut diawali dari landasan tentang cultural statis, perubahan konten pada cultural studies dan bagian yang terakhir membahas tentang situs-situs Cultural Studies. Secara umum pembagian buku ini ke dalam tiga bagian besar sangat menunjukkan akan padatnya konten buku ini.
         Bagian pertama dari buku ini terdiri atas tiga bab. Bab pertama membahas tentang pengantar menuju wacana-wacana cultural studies. Bab yang kedua membahas tentang pertanyaan-pertanyaan seputar kebudayaan dan ideologi. Sementara BAB yang ketiga, menyajikan tentang kebudayaan makna pengetahuan serta linguistik dalam cultural studies. Pada bagian awal ini, kita akan menumbuhkan betapa sebuah istilah lahir bukan tanpa adanya maksud, melainkan sebuah istilah dilahirkan untuk kepentingan-kepentingan kapitalisme global.
         Bagian kedua dari buku ini tak kalah menariknya untuk kita baca dan kita cermati. Dalam bagian kedua ini dibahas mengenai dua hal. Yang pertama tentang kekacauan baru di muka bumi. Dan yang kedua, pembahasannya fokus pada pasca modernisme. Negara, politik serta gerakan sosial baru juga menjadi bahasan dalam bagian kedua ini. Modernisme dan kebudayaan serta perkembangannya ke arah postmodern dibahas secara lugas pada bab kelima buku ini.

Baca juga : 
https://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/11/resensi-buku-ki-ageng-suryo-mentaram.html

         Praktik-praktik cultural studies menjadi pokok bahasan dari bagian ketiga. Pada bagian ketiga buku ini yang secara spesifik membahas tentang situs-situs Cultural Studies, menjadi sajian yang cukup mampu membuat kita mengerti tentang cultural studies. Bagian ketiga ini terdiri dari 7 bab utama. Isu-isu tentang subjektivitas, ras, jenis kelamin, representasi, drama, opera sabun, tontonan televisi, serta pembahasan tentang anak-anak remaja ada di dalamnya. Bagian ketiga ini sangat rugi jika dilewatkan oleh para pembaca.
         Secara umum buku ini dapat dikatakan bagus dan menyeluruh dalam pembahasannya. Buku ini sangat membalas setiap babnya dengan subbab subbab yang lebih kecil sehingga menjadi terperinci pembahasannya. Meskipun demikian, karena terlalu kompleksnya pembagian sub bab, menjadikan buku ini memiliki kekurangan, yang salah satu diantaranya adalah kurang mendalamnya dari bahasan setiap sub bab. Buku ini direkomendasikan bagi Anda yang memiliki ketertarikan pada dunia sosial, filsafat, pertunjukkan dan politik.

Monday, November 27, 2017

LAUNCHING MAJALAH TEGALBOTO EDISI KE-18

Reporter : Teguh Kasiyanto, Qorib Sony Marta S,

Gerimis masih mengguyur di luar sana. Waktu sudah menunjukkan pukul jam 18.30 menit saat kami bersiap-siap untuk menghadiri peluncuran dari majalah Tegalboto yang ke-18. Sepeda motor pun sudah dinyalakan, kami pun siap untuk menuju tempat pelaksanaan acara tersebut. Kami segera berangkat, namun sebelum itu sejenak berhenti di fotokopian untuk mencetak sebuah jurnal.
Tak Butuh waktu lama untuk sampai ke pelaksanaan acara tersebut. Acara tersebut dilakukan oleh UKMP TEGALBOTO, acara tersebut termasuk dalam rangkaian diesnatalis Tegalboto yang ke-24. Saat kami tiba di lokasi, kami bertemu dengan salah seorang dari pembicara diskusi pada malam hari ini. Kami sejenak berdiskusi dengan beliau, sebelum Kemudian kami izin untuk terlebih dahulu masuk ke tempat acara..
Kami kami duduk di Paris terdepan saat itu segera mengisi presensi yang disediakan oleh panitia. Kami datang mewakili undangan yang ditujukan kepada Pengurus PMII rayon FISIP Universitas Jember. Sesampai di dalam kami segera duduk di karpet merah yang telah disediakan oleh panitia. Kami duduk di barisan terdepan saat itu. Ketika kami datang, undangan yang datang Belumlah terlalu banyak.
Tak lama setelah kami duduk, dua gelas kopi dan snack sedangkan pada kami. Pada bagian awal ini saya menilai mereka para panitia sangat positif. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu ada penampilan dari UKM Akar. Sekitar pukul 19.30 WIB, acara pun dimulai. Dibuka dengan beberapa sambutan, dan acara tersebut akhirnya resmi dibuka oleh Salah satu kelebihan dari Rektorat.
Acara diskusi segera dimulai. Diskusi dipandu oleh seorang moderator dan tiga pembicara, salah seorang dari pembicara tersebut adalah berasal dari internal UKM Tegalboto. Sementara dua pembicara yang lain adalah berasal dari dosen program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diskusi tersebut berlangsung dengan cukup seru.


Tema dari majalah tegalboto tahun ini adalah The Anomaly Of Love. Tema tersebut sangat menarik. Karena majalah tersebut membahas dan mengulas berbagai macam dinamika Cinta yang terjadi dalam realitas sosial. Majalah tersebut juga menampilkan berbagai ekspresi orang-orang yang mengungkapkan cintanya. Dinamika kehidupan dan liku-liku cinta seseorang dalam berbagai keterbatasan juga tak luput dari sasaran majalah ini. Tim redaksi dari majalah ini cukup baik dalam menyajikan berbagai macam fenomena cinta.

Diskusi berjalan cukup lama. Secara keseluruhan diskusi tersebut menghabiskan waktu tak kurang dari dua jam setengah. Waktu yang cukup lama dengan acara yang hanya launching sebuah majalah. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh pimpinan kegiatan mahasiswa tersebut. Namun yang cukup mengecewakan bagi kami, setelah pemotongan tumpeng, panitia cenderung sibuk mengkondisikan diri sendiri. Waktu itu hanya Ridwan salah satu orang yang kukenal di komunitas yang mengajak kami untuk ikut serta menikmati tumpeng. Kami menolaknya, karena kami juga memikirkan teman-teman yang lain yang juga harusnya diperlakukan secara baik di akhir akhir acara. Memang Ridwan adalah bagian dari kepanitiaan, namun bagi saya dia tidaklah mewakili himbauan dari seluruh kepanitiaan. Harusnya panitia menyiapkan sebuah mekanisme untuk mengajak seluruh yang hadir untuk menikmati tumpeng yang ada. Tapi sekali lagi, tak ada acara yang sempurna. Bukan berarti dengan tulisan ini kami pembenci panitia, akan tetapi kami berharap dengan adanya tulisan ini, kedepannya seluruh kegiatan UKM tegalboto yang melibatkan undangan dapat diperlakukan lebih baik lagi. Tulisan ini hanyalah sebuah kritik dan saran untuk evaluasi dan kebaikan bersama. Semoga kritik dan saran dari tulisan ini dapat benar-benar membangun UKM Tegalboto yang lebih maju baik di Kancah regional, nasional bahkan internasional.

Saturday, November 25, 2017

RESENSI BUKU SEJARAH IDEOLOGI DUNIA

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : Nur Sayyid Santoso Kristeva
Penerbit        : Lentera
Tahun Terbit : 2015
Tebal              : xxvII+219 Halaman
Ukuran          : 14x21 cm
Harga             : Rp50.000,00
ISBN.              : 9786081090114


Ideologi adalah landasan berfikir dari setiap orang di dunia ini. Jika kita berbincang tentang ideologi, maka kita tidak akan lepas dari landasan berfikir dan landasan dari segala tindakan yang dilakukan. Sama halnya dengan negara-negara di dunia ini. Negara-negara tersebut juga memiliki ideologinya masing-masing. Setiap negara menggunakan ideologi sebagai landasan dari seluruh kebijakan dan peraturan yang dibuat dalam pemerintahan negara tersebut. Begitu besar pengaruh ideologi di dunia ini. Tentu hal tersebut tak lepas dari sejarah tentang ideologi itu sendiri. Berawal dari Yunani menghegemoni seluruh bumi.

Baca juga : 

Buku sejarah ideologi dunia ini, adalah sebuah buku yang menarik. Buku yang akan membawa anda ke alam berfikir dari masing-masing ideologi dunia. Jika anda membaca buku ini, maka anda akan menemukan prawacana ideologi di bagian awal nya. Pada bagian prawacana tersebut, Anda akan menemukan arti dari ideologi, sejarah singkatnya bahkan perkembangannya. Ideologi dalam ilmu sosial, logika dasar ideologi akar-akar dari sebuah ideologi.
Bab selanjutnya dari buku tersebut membahas tentang ideologi kapitalisme. Jika kita mendengar kata kapitalisme boleh jadi diantara anda menginginkan hal tersebut dengan pendapatan kapital. Kapitalisme sendiri adalah sebuah ideologi yang memacu setiap pengikutnya untuk memiliki kekayaan ataupun kepemilikan kapital setinggi-tingginya. Buku ini juga membahas perkembangan ideologi kapitalisme dari sekitar tahun 1500 hingga tahun 1915. Dan ideologi kapitalisme adalah ideologi yang menguasai tatanan dunia saat ini.
Ideologi sosialisme dan komunisme menjadi dua bab berikutnya. Sejarah dari kedua ideologi ini pun juga dibahas secara mendalam oleh penulis. Tokoh besar dari komunisme yaitu Karl Marx tak luput dari pembahasannya. Ide dasar dari kedua ideologi serta pembeda dari kedua ideologi tersebut. Kedua ideologi tersebut adalah ideologi yang memiliki kemiripan namun juga memiliki perbedaan.
Saat ideologi fasisme memperoleh zamannya, kerusakan pun tak dapat terelakkan. Fasisme yang pernah tersebar di Jerman yang cukup terkenal dengan Adolf Hitler, begitu menimbulkan banyak korban berjatuhan. Dalam buku tersebut fasisme dijelaskan sebagai campuran dari teori-teori yang paling radikal. Teori-teori tersebut disatukan dan terbentuk satu teori baru yang sangat radikal. Penulis buku ini juga menawarkan cara untuk melawan ideologi fasisme, sebagaimana yang ditawarkan oleh Leon Trotsky.
Anarkisme adalah bab berikutnya dari buku ini. Disusul dengan ideologi anarkisme dan marxisme dan ideologi konservatisme. Anarkisme adalah sebuah ideologi yang mendekati ideologi sosialisme. Ideologi tersebut tidak menghendaki adanya negara. Di bagian akhir buku ini ditambahkan beberapa lampiran yang membahas persebaran Ideologi dan penjelasan penjelasannya. 
Secara keseluruhan buku ini sangat baik dan direkomendasikan bagi setiap pembaca yang memiliki minat tinggi di bidang ilmu-ilmu sosial. Akan tetapi yang menjadi sedikit kekurangan dari buku ini adalah tidak adanya Bahasan tentang ideologi Pancasila. Padahal baik Indonesia maupun Pancasila merupakan bagian dari belahan dunia ini. Mungkin saja ideologi Pancasila memiliki kemiripan dengan ideologi sosialisme, akan tetapi bukan berarti ideologi Pancasila itu Sama persis dengan ideologi sosialisme. Semoga resensi ini bermanfaat bagi sahabat-sahabat semua. Terima kasih telah membaca tulisan ini.

SELAMAT MEMBACA.........

RESENSI BUKU KI AGENG SURYO MENTARAM SANG PLATO DARI JAWA

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : Ratih Sarwiyono
Penerbit        : Cemerlang Publishing
Tahun Terbit : 2017
Tebal             : VII+200 Halaman
Ukuran          : 14x21 cm
Harga             : Rp37.000,00



Ki Ageng Suryomentaram adalah salah seorang bangsawan dari Keraton Yogyakarta. Nama kecil dari Ki Ageng Suryomentaram adalah Raden Mas Kudiarmaji. Ayahandanya adalah Sultan Hamengkubuwono VII. Ibunya bernama Retnomandaya. Beliau terlahir dari keluarga yang cukup mapan lagi terpandang. Beliau dilahirkan pada tanggal 20 Mei 1892  tempat Menjelang Magrib. Beliau bukanlah anak pertama dari Sultan Hamengkubuwono VII, akan tetapi beliau adalah anak yang ke 55.
Ki Ageng Suryomentaram adalah sosok yang tidak terlena akan status sosialnya. Beliau memiliki kegelisahan kegelisahan yang tak dapat dipecahkan selama berada dalam kungkungan istana. Kegelisahan  kegelisahannya pun diceritakan pada Kyai Ahmad Dahlan. Beliau disarankan untuk menunaikan ibadah haji. Namun setelah menjalankan ibadah haji, beliau belum juga menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan nya. Sang pangeran melarikan diri dari istana. Sang pangeran pergi ke Cilacap untuk menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Di Cilacap, dia berdagang kain bersama sahabatnya. Kepergiannya dari Kraton Yogyakarta, tak urung membuat lingkungan Kraton mencari-cari keberadaannya, dia  akhirnya dipanggil kembali ke dalam Kraton. Apakah yang terjadi selanjutnya.?

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/11/resensi-buku-ensiklopedia-wayang.html

Buku yang tidak terlalu tebal ini cukup mudah dipahami. Penyusunan penulisan di dalamnya, tidak mengikat kita untuk membacanya secara urut dan runtut. Buku yang memiliki ketebalan tak kurang dari 200 halaman ini, terbagi ke dalam 7 bab. Ke pertamanya mengulas tentang sejarah pangeran Suryomentaram secara ringkas dan lugas. Sementara 6 bab berikutnya berisi tentang ajaran-ajaran dan konsep hidup yang diajarkan oleh Ki Ageng suryomentaram kepada kita semua.
Apa yang membedakan buku ini dengan buku-buku lain yang sama-sama membahas tentang Ki Ageng Suryomentaram.? Pada bab II hingga bab VII buku ini, secara spesifik membahas ajaran-ajaran Ki Ageng Suryomentaram. Dalam setiap poin ajarannya, penulis menyajikan kolom-kolom yang berisi pertanyaan yang dapat kita jawab secara Individual. Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, akan dapat membuat kita mudah untuk mengevaluasi diri sendiri. Yang cukup menarik pulang, pada bab terakhir buku ini ditawarkan tentang konsep tentang manusia merdeka. Mungkin karena inilah, penulis memberi judul buku ini dengan judul, Ki Ageng Suryomentaram Sang Plato dari Jawa.
Bagi Anda yang ingin mengevaluasi diri dan juga menginginkan hidup yang penuh filosofis, Tidak ada salahnya membaca buku ini. Karena, di dalam buku ini tertuang berbagai macam konsep kehidupan ala Ki Ageng Suryomentaram. Akan tetapi, Jika anda ingin menemukan biografi lengkap dari Ki Ageng Suryomentaram, buku ini bukanlah pilihan yang tepat. Karena dalam buku ini, hanya terdapat sebuah BAB yang menceritakan perjalanan hidup Ki Ageng Suryomentaram.


SELAMAT MEMBACA...........