Friday, October 27, 2017

THE FIRST TRIP GOES TO THE WESTERN PART OF EAST JAVA PROVINCE (Part 2, Blitar Is a Historical City )

Reporter : Teguh Kasiyanto

Gambar : Gong Perdamaian di Kota Blitar

Udara dingin pagi itu masih menusuk tulang. Rasanya tidur semalam sangat nyenyak. Mungkin karena lelah yang sangat. Dengan sedikit rasa malas, kami bergantian mandi. Rasanya segar sekali setelah mandi. Apalagi ditemani segelas kopi dan sesuap nasi. Lapar pergi kantuk berlari.

Udara Blitar terasa sejuk dan dingin. Sungguh jauh dari kondisi di Jember. Kedua orang tua dari Nada berpamitan untuk pergi ke sawah. Beliau adalah petani. Lepas bersiap-siap dan berkemas, kami pun berangkat.
Kami menuju Candi Penataan. Kami diantarkan Nada berkeliling Blitar di hari itu. Setelah sampai di lokasi, kami pun segera memarkirkan motor. Dengan tiket yang terjangkau, kami pun menikmati peninggalan kemegahan masa silam. 







Gambar : Di Candi Penataran

Candi yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih kokoh di beberapa bagian. Namun juga ada yang sudah tinggal puing-puing saja. Di bagian timur laut, terdapat sebuah kolam kecil yang jernih. Di kolam itu, terdapat ikan-ikan yang hidup secara damai. Banyak orang-orang yang melemparkan koin ke dalam kolam tersebut. Banyak juga diantara mereka yang mencuci mukanya dengan air kolam tersebut. Katanya, air tersebut memiliki banyak manfaat.
Selepas menikmati keelokan sejarah, perjalanan dilanjutkan.

Kali ini kami menuju makam sang proklamator. Makam Bung Karno terdapat di kawasan Kota Blitar. Setelah memarkirkan motor, kami langsung masuk menuju museum. Disana terdapat berbagai macam karya Bung Karno. Disana juga terdapa lukisan Bung Karno yang konon jantungnya dapat berdetak.


Gambar : Di Makam Bung Karno

Suasana pagi itu begitu ramai. Mungkin karena sedang akhir pekan. Jadi banyak orang yang liburanje tempat bersejarah. Makam Bung Karno ramai diziarahi orang dari berbagai kota. Mereka berdoa. Ada yang sendiri, ada pula yang berjamaah. Waktu itu kami menunggu disebelah Utara makam Sang Proklamator. Setelah ada kesempatan, kami pun mendekati makam beliau. Kami berlima berdoa bersama-sama. Sekitar lima belas menit kami berdoa. Kemudian kami keluar melalui jalur pintu keluar yang dipadati aneka pedagang sovenir.

Gambar : Gong Perdamaian

Suasananya sangat ramai. Kami harus berjalan perlahan. Banyak orang yang sedang membeli aneka sovenir. Kami pun turut membeli kaos dan asbak. Ya maklumlah low budget. Setelah keluar, kami pun menuju gong perdamaian, berfoto dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Kami pun menuju arah selatan. Tujuan kami adalah istana Gebang. Tempat dimana masa kecil Bung Karno berlangsung. Di area parkir Istana Gebang, sedang dilangsungkan pementasan seni jaranan. Pengunjung lumayan ramai. Kami pun langsung menuju bagian dalam dari Istana Gebang. Disana ruangan dan interiornya masih seperti bangunan kuno pada umumnya. Foto bung Karno semasa muda juga terpasang dengan baik. Di sisi luar bangunan rumah, tampak mobil yang sudah cukup tua sedang dinyalakan. Mobil itu begitu terawat. Rumah ini benar-benar menenangkan hati. Namun apa daya, kami harus meninggalkan Kota Blitar.

Gambar : Istana Gebang

Matahari begitu terik.kami menuju alun-alun kota Blitar. Di bagian Utara alun-alun tersebut terdapat bakso yang begitu digemari. Bakso itu begitu ramai pembelinya. Rasa lapar yang sudah meronta, membuat kami turut memesan bakso tersebut. Hmmm. Rasanya memang berbeda dengan bakso yang ada di Jember. Begitu terasa daging dan bumbunya. Hilang sudah rasa lapar. Sahabat kami Fatihun Nada, bersedia mengantarkan kami hingga jalan ke arah Tulungagung.

Kami melewati sebuah jembatan yang cukup besar. Sampai disanalah kami berpisah dengan Nada. Kami tinggal lurus kearah barat untuk sampai ke arah Trenggalek. Kami pun bersalaman dan berpamitan pada Nada. Kami berterima kasih padanya karena sudah bersedia disinggahi dan diantarkan berkeliling kota Blitar.
Selamat tinggal Kota Blitar.
Kami akan segera tiba di Kabupaten Trenggalek.

Wednesday, October 25, 2017

PERHITUNGAN MEMBUAT ATAU BERPINDAH RUMAH (Bagian 1)

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere' Primbon
Apakah anda sedang berencana membuat rumah.? Apakah anda berencana berpindah ke Rumah baru.? Jika iya, saya kira anda perlu untuk membaca tulisan ini. Jika tidak, semoga tulisan ini dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi anda.


Memiliki rumah sendiri mungkin menjadi keinginan bagi sebagian orang. Oleh karena itu, mereka menabung dan merencanakan keinginannya tersebut sebaik mungkin. Mereka mulai memerinci berbagai keperluan hingga rumah tersebut benar-benar terwujud. Apa yang kurang dari rencana mereka.? Mereka masih kurang mempersiapkan hari yang baik untuk mulai membangun rumah.
Ilustrator : Andre Sempu


Apakah di dunia ini ada hari yang buruk.? Bukankah semua hari itu baik.? Semua hari memang baik. Hanya saja terdapat hari yang lebih utama dan lebih baik untuk mengawali membuat rumah. Rujukan yang saya gunakan adalah kitab yang disusun oleh Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Oleh sebab itu, boleh jadi ada perbedaan antara satu orang dengan orang yang lain. Boleh jadi hitungan antara yang digunakan oleh orang Jawa, Madura, Sunda dan lainya berbeda-beda. Namun pada hakikatnya, tujuan dari hitungan-hitungan tersebut adalah untuk mencapai kehidupan yang tenang, sentosa serta kebahagiaan dunia dan akhirat.. jadi jika tidak sesuai dengan pemahaman Anda, harap dimaklumi.

Hitungan Berpindah Kediaman (1)

Ketika berangkat untuk berpindah tempat kediaman, hitunglah dengan menjumlahkan Neptu hari dan pasaran. Hitungannya adalah: Pitutur, demangkanduruan, satria pinayungan, mantri sinaraja, macan ketawang, nujupati. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing isi hitungan:
  • Pitutur, artinya banyak masalah.,
  • Demangkabduruan, artinya selalu sakit.,
  • Satria pinayungan, artinya keinginannya selalu tercapai, dicintai serta dihormati orang.,
  • Mantri sinaraja, artinya disukai orang.,
  • Macan Ketawang, artinya selalu bercekcok dan mempermasalahkan sesuatu hal.,
  • Nujupati, sengsara, selalu berdukacita.

Untuk neptunya sebagai berikut: 


HARI
NEPTU
PASARAN
NEPTU

Jum'at
1
Kliwon
1

Sabtu
2
Legi
2

Ahad
3
Pahing
3

Senin
4
Pon
4

Selasa
5
Wage
5

Rabu
6

Kamis
7


Contoh:  
Misalnya kita akan berpindah rumah pada hari Ahad Kliwon, maka neptunya berjumlah 3+1=4. Maka jatuh pada mantri sinaraja yang berarti dampaknya Insya Allah baik'.


Hitungan Berpindah Kediaman (2)

Jika hendak berpindah tempat kediaman, hitunglah Neptu hari dan pasarannya sebagaimana yang terdapat pada artikel terdahulu.

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/10/arah-naas-pada-hari-yang-35.html

  • 7 tidak diperkenankan menuju ke arah barat
  • 8 tidak diperkenankan menuju ke arah Utara
  • 9 tidak diperkenankan menuju ke arah timur
  • 10 tidak diperkenankan menuju ke arah selatan
  • 11 tidak diperkenankan menuju ke arah timur
  • 12 tidak diperkenankan menuju ke arah barat
  • 13 tidak diperkenankan menuju ke arah Utara
  • 14 tidak diperkenankan menuju ke arah selatan
  • 15 tidak diperkenankan menuju ke arah barat
  • 16 tidak diperkenankan menuju ke arah selatan
  • 17 tidak diperkenankan menuju ke arah barat
  • 18 tidak diperkenankan menuju ke arah Utara

Contoh :
Misalnya hari Ahad Kliwon, Ahad 5, Kliwon 8. Maka 5+8=13. Berarti kita tidak diperkenankan menuju ke arah Utara


Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira. Semoga bermanfaat.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 151-152 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA

Tuesday, October 24, 2017

8 TANDA YANG TERLIHAT DARI ORANG YANG AKAN MENINGGAL

By : Teguh Kasiyanto


Wilujeng Sedere'Primbon
Setelah sebelumnya kita telah membahas 15 Tanda yang dirasakan oleh orang yang akan meninggal, kini kita membahas dari yang diamati orang lain kepada orang yang akan meninggal. Ini akan membuat kita lebih peka terhadap orang-orang disekitar kita. Terutama pada orang-orang yang kita cintai. Sungguh terkadang kita takut akan kehilangan mereka yang kita cintai. Oleh sebab itu, jangan mendahului Takdir. Cintailah orang-orang disekitar Anda. Terutama dia yang selalu hadir dalam sanubari kita.
Allah berfirman dalam Al Qur'an :
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)

Baca juga : 
PETUNJUK BAGI PEMBACA 
  • Jagalah keimanan Anda pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • Jangan merasa tahu akan ajal seseorang.,
  • Jika anda menemukan salah satu dari tanda-tanda tersebut pada orang yang Anda temui, jangan ditakut-takuti, nasehatilan ia dalam kebaikan dan Ketakwaan.,
  • Hitungan bukanlah segalanya.,
  • Gunakan tanda-tanda tersebut untuk semakin Taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.,
  • Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti apalagi mendahului Takdir Allah.,
  • Allah lah yang berkuasa atas hidup dan mati kita.

Ilustrator: Andre Sempu


Berikut adalah 8 tanda yang dapat diamati dari orang yang akan meninggal :

  1. Jika Hidungnya selalu dimanjakan (linulu), ini pertanda kurang 3 tahun.,
  2. Jika ada perbedaan gerak dan kebiasaanya, ini pertanda kurang 2 tahun.,
  3. Jika gerakan-gerakan serba baru, ini pertanda kurang 1 tahun.,
  4. Jika kelakuannya berubah dari kebiasaanya, dari tabiat bengis menjadi lemah lembut, yang tadinya suka keramaian berubah menjadi suka menyepi, ini pertanda kurang 6 bulan.,
  5. Jika Kembali berwatak seperti anak-anak, ini pertanda kurang 4 bulan.,
  6. Jika sinar matanya pudar, ini pertanda kurang 1 bulan.,
  7. Jika sinar matanya telah condong, ini pertanda kurang 1 Minggu.,
  8. Jika roman mukanya pucat, dan sunya tainya, telinganya tidak tegak, hidung kempis (mingkup), jika diraba badannya terasa dingin dan bau tubuhnya sawa, ini pertanda mendekati ajal.

Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira. Semoga bermanfaat.


Sumber :

Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 327 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA 
Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Monday, October 23, 2017

15 TANDA YANG DIRASAKAN OLEH ORANG YANG AKAN MENINGGAL

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere'Primbon
Kematian adalah sesuatu yang menakutkan bagi sebagian orang. Ada juga dalam keputus  aasasn ingin sekali mengakhiri hidupnya. Padahal hidup dan matinya seseorang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 
Allah berfirman dalam Al Qur'an :
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)
Kita tidak pernah tahu kapan ajal kita akan tiba. Akan tetapi para leluhur jawa mempunyai kepekaan tinggi terhadap tanda-tanda kematian. Benar tidaknya tanda-tanda tersebut hanya Allah yang tahu. 

Ilustrator : Andre Sempu

PETUNJUK BAGI PEMBACA 

  • Jagalah keimanan Anda pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • Hitungan bukanlah segalanya.,
  • Gunakanlah tanda-tanda tersebut untuk semakin Taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.,
  • Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti apalagi mendahului Takdir Allah.,
  • Allah lah yang berkuasa atas hidup dan mati kita.

Baca juga :
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/09/waktu-melahirkan-dan-ajal-menurut-hari.html

Berikutdalah 15 tanda-tanda yang dirasakan oleh orang yang akan meninggal :

  1. Jika sering merasa letih, hidupnya bosan melihat keadaan dunia dan sering bermimpi pergi kearah Utara, ini tandanya hanya kurang 3 tahun., 
  2. Jika merasa rindu kepada mereka yang sudah meninggal dan bermimpi membetulkan/memperbaiki rumah, ini pertanda hanya tinggal 2 tahun., 
  3. Jika sering melihat yang tidak nampak,ini pertanda kurang 1 tahun.,
  4. Jika sering melihat sifat matanya sendiri, kurang 9 bulan.,
  5. Jika sering mendengar suara yang tidak pernah terjadi, seperti mendengar pembicaraan jin/setan serta hewan, ini pertanda kurang 6 bulan.,
  6. Jika sering mencium baunya makhluk halus/lelembut, seperti kemenyan terbakar dan mengandung bau amis, ini pertanda kurang 3 bulan.,
  7. Jika sering berganti penglihatan, melihat air warnanya merah, api terlihat hitam, ini pertanda kurang 2 bulan.
  8. Jika jari telunjuk dan jari manis ditekuk dan ditekankan pada telapak tangan (epek-empek) jari manis dapat diangkat, ini pertanda kurang 40 hari.,
  9. Jika melihat tangannya dan pergelangan tangannya terlihat mudah putus,  ini pertanda kurang 1 bulan.,
  10. Jika sering melihat wajahnya sendiri, ini pertanda kurang 15 hari.,
  11. Jika sudah enggan berbuat sesuatu, kadang-kadang tidak suka makan dan tidak suka tidur, ini pertanda kurang 1 Minggu.,
  12. Jika sudah merasa gerah-uyang, kadang kala mengeluarkan tinja tahun, tinja kalong (cacing kalung/gelang), ini pertanda kurang 3 hari.,
  13. Jika semua Babagan hawa Sanga terasa mengeluarkan angin, kadang kala punya rasa iba/belas kasihan pada badannya sendiri, ini pertanda kurang 2 hari.,
  14. Jika otot pergelangan kaki sudah kendur dan seluruh badan mengeluarkan keringat seperti lelah, ini pertanda kurang 1 hari.,
  15. Jika kulitnya disentuh tidak terasa kumrisik dan keteg yang ada di tangan sudah tak ada, telinga tidak berbunyi gumrebeg, ini pertanda sudah waktunya meninggalkan dunia yang fana ini.


Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira. Semoga bermanfaat.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 327 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA 
Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

ARAH NAAS PADA HARI YANG 35

By : Teguh Kasiyanto

Langkah 1, Mencari nilai hari:

  • Ahad 5
  • Senin 4
  • Selasa 3
  • Rabu 7
  • Kamis 8
  • Jumat 6
  • Sabtu 9
Langkah 2, Mencari nilai pasaran.,

  • Legi 5
  • Pahing 9
  • Pon 7
  • Wage 4
  • Kliwon 8
Gambar: Kompas dari Hp Xiomi


Langkah 3, Menghitung jumlah hari dan pasaran
Misalnya:
Hari Ahad Kliwon
Maka terdiri dari Ahad dan Kliwon.
Perhitungan= 5+8= 13
Langkah 4, Menentukan arah yang dihindari,

  1. Hitungan dimulai dari angka 1 yang berada di timur.,
  2. Angka 2 menunjukkan arah Selatan.,.
  3. Begitu seterusnya 3= barat, 4= Utara, 5= Timur.,
  4. Hanya ada satu hari yang arah naasnya ditengah, yaitu hari Sabtu pahing = 18.
Berikut daftar neptu hari dan pasaran beserta arahnya Yang harus Dihindari

  • 7,11,15 = Barat
  • 8,12,16 = Utara
  • 9,13,17 = Timur
  • 10,14    = Selatan
  • 18         = Tengah

PETUNJUK TAMBAHKAN
Jika dalam kondisi terdesak lantas perjalanan yang dituju merupakan arah naas, maka dianjurkan lebih berhati-hati dan tabah.

Baca juga :

INGAT......!!!!!!!

Ini Hanya Ikhtiar Dalam Menjalankan Segala Urusan. Hanya Allah lah Tempat Kita Berserah diri.

CATATAN
Sumber Rujukan: Serat Centhini Jilid 3. Di novelisasi oleh Agus Wahyudi.

Sunday, October 22, 2017

PERHITUNGAN MEMBUAT TANGGA DARI BAMBU

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere' Primbon
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas hal yang sederhana. Kita akan membahas tentang hitungan membuat tangga dan bambu. Tentu kita pernah melihat tangga dan bambu. Alat ini biasanya digunakan untuk memanjat atas untuk memperbaiki genteng yang bocor. Tahukah Anda jika orang-orang Jawa memiliki hitungan dalam membuat tangga.? Ternyata menurut orang Jawa, setiap anak tangga itu memiliki dampak yang begitu besar. Mungkin tangga yang terbuat dari bahan bambu sudah tidak relevan lagi untuk dibahas, akan tetapi jika lebih baik kita mempertahankan sisa-sisa pengetahuan yang diwariskan oleh para leluhur. Yang dihitung adalah anak tangganya. Ada dua macam versi hitungan. Namun dua-duanya cara menerapkan hitungannya sama. Misal anak tangga berjumlah 7, maka dihitung dari awal : Anda-ende-deyog-anda-ende-dsyog-anda. 
Berikut adalah akibat yang akan muncul akibat jumlah anak tangga:
  • Anda ini berarti baik.
  • Ende, cepat rusak dan sering dipinjam., 
  • Deyog,  tangga yang jahat, karena sedang berakibat jatuh jika dipergunakan.



Kemudian masih ada hitungan yang lain. Cara menghitungnya masih sama seperti hitungan sebelumnya. Hitungan tersebut adalah:
  • Anda, sering dipinjam , 
  • Ende, maka sering dipakai untuk memikul jenazah.,
  • Undu, artinya yang punya sering jatuh sakit.



Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira. Semoga bermanfaat.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna No 191-192 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA 

Tuesday, October 17, 2017

MARI MEMBACA BUKU LET'S READ THE BOOK

By : Teguh Kasiyanto

Hai Sobat..!!!
Tanpa sadar kita sudah berada dalam pertengahan bulan Oktober. 89 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, tercetuslah sumpek pemuda. Sumpah yang mempersatukan generasi muda bangsa saat itu. Saat itu para pemuda menyepakati tiga kesepakatan, yaitu bertanah air Indonesia, bertumpah darah Indonesia, dan juga berbahasa Indonesia.

Bulan ini adalah bulan Oktober. Bulan ini juga biasa disebut dengan bulan bahasa. Ada pula sebutan bulan membaca. Meskipun bulan ini adalah bulan bahasa dan Wulan membaca, akan tetapi menurut hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016, menempatkan minat baca masyarakat Indonesia di urutan kedua terbawah. Sungguh hari yang sangat miris. Padahal di negara kita saat ini, telah diadakan wajib belajar. Di negara kita juga sudah menjamur perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Namun mengapa dengan banyaknya perguruan tinggi yang menelurkan tersebut tidak membuat minat baca kita menjadi lebih baik.?

Mahasiswa bukanlah gerombolan orang-orang yang kurang kerjaan. Bukan pula Orang-orang yang hanya mencari gelar kesarjanaan. Mahasiswa lebih dari itu. Bagaimana dapat dikatakan maha dari siswa Jika minat baca nya saja tidak lebih baik daripada anak-anak TK.? Mari membiasakan diri dengan kegiatan-kegiatan yang benar-benar bermanfaat. Jangan hanya pergi nongkrong, datangi pula perpustakaan yang menyimpan lembaran-lembaran ilmu pengetahuan.
Gambar : PERPUSDA JEMBER


Mahasiswa adalah agen perubahan. Sebagai agen perubahan tidak cukup hanya pergi ke kampus tanpa ada aktivitas membaca. Membaca akan memertajam pisau analisis kita terhadap fenomena. Dengan membaca buku-buku Akademik kita mendapatkan gambar teori, dan teori tersebut akan memudahkan kita dalam memahami fenomena. Jika kita mau berpikir praktis, maka membaca juga akan memudahkan kita dalam mengerjakan berbagai tugas kuliah, seperti: makalah, skripsi, tesis bahkan disertasi. Setidaknya kita dapat memaksa diri kita agar membaca. Kita bukan memaksa dalam rangka keburukan, akan tetapi membaca dapat memudahkan kita di kemudian hari. Nah, Bagaimana cara cara agar kita dapat menjadi orang yang senang dan gemar dalam membaca.

Baca juga :

Berikut adalah Tips agar kamu gemar membaca buku:
1. Bacalah buku yang sesuai dengan minatmu. Untuk memulai kegemaran membaca buku, diperlukan niat dan tekad yang kuat. Niat dan tekad yang kuat itu harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari. Mulailah dengan mencari buku-buku yang sesuai dengan minat dan hobimu. Mulailah membaca, Munculkan rasa tertarik terhadap apa yang kamu baca.
2. Bacalah secara perlahan. Setelah kamu mendapatkan buku yang sesuai dengan bakat dan hobimu, dan kamu pun sudah mulai membaca, pastikan kamu tidak langsung membaca buku itu hingga akhir dalam sekali waktu. Dalam sekali waktu hal tersebut hanya akan membuatmu merasa lelah dan jenuh. Bacalah secara perlahan, sedikit demi sedikit, lembar demi lembar hingga halaman paling akhir.
3. Target jumlah halaman buku yang kamu baca. Setelah kamu memulai membaca secara perlahan, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah tetapkan jumlah halaman yang kamu baca. Misalnya, kamu menetapkan dalam sehari minimal membaca sebanyak 10 halaman. Pertahankan 10 halaman tersebut dalam setiap aktivitas harianmu. Berusahalah tetap menjaga konsistensi dari jumlah minimal yang kamu tetapkan di awal.
4. Setelah merasa senang dengan membaca, alihkan bacaanmu kearah bacaan-bacaan yang lebih Akademia. Inilah saat yang tepat bagi anda untuk mulai mengambil peran dalam membaca buku-buku akademis. Kembalilah mengurangi seperti tahap nomor 1. Artinya karena anda sudah mulai terbiasa dalam membaca, sembari membaca buku akademis, bacalah juga buku-buku yang anda gemari. Hanya saja hal tersebut dapat disesuaikan dengan kemauan anda sendiri.
5. Bersabarlah dalam menjalani masa transisi bacaan. Mengalihkan bacaan dari buku yang disenangi ke buku yang akademis tidaklah mudah. Setidaknya kebosanan, kejenuhan, bahkan rasa ingin berhenti dari aktivitas membaca menjadi halangan yang nyata. Jika kita tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, dan serta merta menghentikan aktivitas membaca, maka berarti kita belum berhasil melakukan sebuah penyesuaian.
6. Tingkatkanlah jumlah halaman buku ilmiah yang kamu baca. Cara ini sama seperti cara nomor 3. Yang membedakan hanyalah jenis buku yang kita baca. Jumlah halaman buku yang dibaca memang tidak ada kaitan nya langsung dengan pemahaman. Akan tetapi dengan jumlah halaman yang selalu konsisten, hal tersebut dapat membuat kita lebih cepat mencapai target.
7. Untuk mencapai pemahaman, ulangilah membaca buku-buku sesuai kebutuhan masing-masing. Jika kamu membaca buku tanpa memahami isinya, sama seperti dengan orang yang berjalan tanpa tahu alamat pasti tujuannya. Buku-buku yang telah kamu baca, hanya menjadi kertas kertas usang yang tak berfaedah bagimu. Pemahaman adalah hal penting dalam membaca buku. Kalaupun ada perbedaan antara seseorang dengan orang lainnya dalam hal pemahaman, maka hal tersebut biasanya dapat diatasi dengan pengulangan membaca. Tentu cara tersebut tergantung pada masing-masing orang yang menerapkannya. Ada orang yang dapat mencapai ke paham and hanya dengan dua kali membaca. Ada juga yang baru faham setelah membaca lima kali. Yang pasti dalam hal ini, sesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Demikianlah, tips-tips yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui anda semua. Tetaplah semangat dan peliharalah terus cita-citamu.

Note : 
Picture taken by : A’idah Fikriyah

Monday, October 16, 2017

32 CIRI-CIRI WANITA SETIA DAN BERBAKTI

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere' Primbon
Rasanya sudah agak lama saya tidak menulis sesuatu yang berbau Jawa dan primbon. Oleh sebab itu maka pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengetengahkan sebuah tema tentang wanita. Tema ini paling banyak digemari dan sering dicari oleh netizen. Tentu saja karena saat ini internet dianggap sebagai sumber pengetahuan yang tidak terbatas. Kesulitan dan keterjangkauan referensi dapat diatasi dengan adanya internet. Rasa penasaran netizen terhadap wanita sangatlah besar. Terlepas Terkadang mereka hanya iseng-iseng mencari tahu.  Tapi boleh jadi anda yang membuka jurusan ini didorong oleh rasa penasaran terhadap pasangan mereka masing-masing. Terutama yang paling mereka cari adalah Apakah pasangan mereka benar-benar berkomitmen dan setia terhadap nya. Akan tetapi, apapun motif Anda silahkan membaca tulisan ini dengan baik dan seksama.

Gambar : Patung Gandrung Watu Dodol Banyuwangi

PETUNJUK BAGI PEMBACA
  • Konten ini tidak bermaksud memprovokasi.,
  • Konten ini diperuntukkan bagi pembaca yang berusia 18 tahun keatas.,
  • Tidak bermaksud membuat hubungan anda renggang., 
  • Sadarilah di dunia tidak ada wanita yang sempurna. 
  • Cintailah pasangan Anda sepenuh jiwa., 
  • Sebagian pendapat pada tulisan ini akan sangat subjektif pada masing-masing individu. Contoh penggunaan kata manis dan enak dipandang. Kata tersebut tentu tergantung pada siapa yang berpendapat.

Baca juga : 
  • Berikut ini adalah 32 ciri-ciri wanita yang setia dan berbakti:
  • 1). Jika kulit tubuhnya berwarna hitam, besar badannya lemas rambutnya.,
  • 2). Jika kulit tubuhnya berwarna hitam, bentuk wajahnya bulat panjang, kakinya kecil meruncing, tandanya wanita yang mendatangkan rezeki, tetapi jika dia cemburu terhadap suami maka akan ditinggalkannya.,
  • 3). Jika kulit badannya berwarna hitam, kecil meruncing kakinya, kecil jarinya dan lemas rambutnya.,
  • 4). Jika kulit badannya berwarna hitam, tinggi besar badannya, agak pendek kakinya.,
  • 5). Jika kulit tubuhnya kuning, serba ramping kecil, mata, telinga, mulut, hidung serta bibirnya kering dan pecah-pecah, maka wanita tersebut baik hati, suci dan berbakti kepada suaminya, akan tetapi dalam mengerjakan pekerjaannya kurang pandai.,
  • 6). Jika kulit tubuhnya kuning, uratnya kehijauan, anak rambut bagian dahi berlingkar, pandangan matanya tenang, manis dan lembut tutur katanya, wanita tersebut hemat, tetapi jika perlu maka tidak sayang akan hartanya, berwibawa, pandai berbakti pada suami, dan tahan untuk dimadu.
  • 7). Jika badannya tinggi sedikit, kulit tubuhnya kuning, Mukanya agak kehijauan, berjalannya seperti harimau yang lapar atau berjalan secara perlahan.,
  • 8). Jika kulit tubuhnya kuning, banyak rambutnya, panjang dan keras akan tetapi ujungnya lemas.,
  • 9). Jika kulit tubuhnya putih, banyak berbicara, rambutnya keras, mendatangkan rezeki serta mendapatkan rahmat Tuhan serta suka menjalankan peranan agama, (wanita ini lebih baik).,
  • 10). Jika kulit tubuhnya mbambang awak (merah kehijauan), kecil serta ramping dan serba pantas, manis tingkah lakunya, panjang rambutnya hitam kehijauan, inilah Mustikawati yang dapat mengatasi segala hal (wanita yang sangat baik).,
  • 11). Jika kulit tubuhnya mbambang awak, muka agak kehijauan, wajah manis berseri, maka tiada sayang pada hak miliknya karena cintanya kepada suami.,
  • 12). Jika pinggangnya ramping, wajahnya berseri, kulit halus, rambutnya halus dan hitam, tandanya wanita yang suka menurut pada perintah suami.,
  • 13). Jika bentuk badannya tinggi, matanya manis, lemah lembut tutur katanya, maka ia dapat menyimpan rahasia dan menyelesaikan segala masalah.,
  • 14). Jika bentuk badannya besarnya seimbang, mukanya bulat panjang, hitam kakinya, hitam lemas rambutnya, dia adalah wanita yang mendatangkan rezeki akan tetapi jika cemburu pada suami maka akan ditinggalkannya.,
  • 15). Jika besar badannya seimbang, cantik wajahnya, sederhana, pendiam, dan tenang, sedikit bicara, Setia dan berbakti kepada suami, serta kuat pikirannya, Suka bertapa, maka wanita tersebut sangat baik kecuali jika berselisih maka akan pergi meninggalkan suaminya.,
  • 16). Jika agak tinggi badannya dan kuning kulitnya, tangkas, manis matanya, maka wanita tersebut teliti dan rajin, baik dan nikmat jika disetubuhi (redaksi asli).,
  • 17). Kepala dan mulut bulat menyerupai bulan purnama, dahinya rata (tidak lebar).,
  • 18). Matanya sedikit lebar, panjangnya seimbang dan bersinar berkilau, tenang dan pandangannya tajam, jarang berkedip, jarang melihat dengan berkerling.,
  • 19). Alisnya panjang agak lurus dan bulu alisnya rata.,
  • 20). Hidungnya lurus agak mancung, garis di kiri/kanan hidung terlihat terang.,
  • 21). Mulut sedang, bibir lurus tertutup, gigi tidak terlihat dan warna gigi putih berkilat teratur rata menyerupai biji mentimun yang agak besar, dasar bibir merah delima.,
  • 22). Daun telinga tebal dan bentuknya baik.,
  • 23). Bentuk dagunya baik dan daging dibawah dagu tebal.,
  • 24). Pipinya rata seperti durian yang terbelah.,
  • 25). Jari tangannya runcing bagai Duri akan tetapi Sedikit keras dan tebal bukunya, daging telapak tangannya tebal lagi halus dan lemas, untuk yang ada garis tengahnya (rajah), terlihat lebih halus jika terjadi, halus seperti sutera.,
  • 26). Bentuk telapak kaki baik. Demikian pula jarinya serta tebal dan halusnya, jarinya keras dan kukunya tebal.,
  • 27). Lebar dadanya, daging yang berada di belakang juga lebar.,
  • 28). Tulangnya keras, kulit tubuhnya lemas dan halus.,
  • 29). Perlahan bicaranya, tenang dan terang, sederhana, tidak suka menggunjingkan orang l, suaranya halus dan terang.,
  • 30). Jika tertawa tenang, badannya tidak bergerak.,
  • 31). Kedua kakinya teratur lurus jika duduk, jika bersila kakinya dilipat ke depan ke depan/rapi diam dan tenang, badannya tidak bergerak demikian juga tangannya tidak dilambaikan.,
  • 32). Jika berjalan lurus serba teratur, tidak tergesa-gesa, ayunan tangannya pendek hingga badannya tidak bergerak, tidak sering bergerak pandangannya ke depan.

Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya 

Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna hal:98&102 (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA 

Tuesday, October 10, 2017

THE FIRST TRIP GOES TO THE WESTERN PART OF EAST JAVA PROVINCE (Part 1, The First Day)

Reporter : Teguh Kasiyanto

Pagi itu matahari bersinar dengan cerah. Seperti biasa kegiatan di sekretariat organisasi sudah mulai menggeliat. Empat orang dari organisasi ini sedang menyelesaikan persiapan untuk melakukan perjalanan jauh. Empat orang tersebut adalah saya, Ahmad Fauzi, Ferry Fuad Fadilah, dan Faiz Ary Sabana. Kami berempat akan menuju Ponorogo. Kami ke sana bukan untuk bersenang-senang. Akan tetapi sepanjang perjalanan, Kami juga akan mempererat tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat di kota lain. Selain itu, Ferry dan Faiz mereka akan menjalani Pelatihan Kader Dasar yang dilakukan oleh Pengurus Komisariat PMII IAIN Ponorogo. Pelatihan Kader Dasar adalah jenjang kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pasca MAPABA. Sementara saya dan Fauzi, hanya akan mengantarkan dan berpengalaman disana.

Hari itu Sabtu, 4 Februari 2017, kami berencana berangkat. Setelah segala persiapan Telah usai, kami segera berpamitan untuk berangkat. Sekitar pukul 09.45 WIB, kami memulai perjalanan jauh dengan bersepeda motor. Faiz berboncengan dengan Ferry. Sementara saya dibonceng oleh Fauzi. Setelah berdoa sejenak, roda motor pun mulai berputar. Dengan berhati-hati kami memulai perjalanan panjang ini.

Kondisi jalanan jelang siang itu lumayan ramai. Kami terus menuju ke barat melalui Rambipuji, Tanggul, Sumber Baru, Jatiroto, Lumajang kota, dan terus ke selatan menuju arah Senduro dan Piket nol. Saat melewati Lumajang kota, awan mulai bergelayut di atas sana. Setelah misi bahan bakar, kami pun melanjutkan perjalanan hingga di daerah Piket nol. Ini adalah saatnya kami beristirahat sejenak. Di sekitaran daerah Piket nol terdapat warung warung kecil di pinggir jalan. Dan di seberang jalannya adalah jurang dengan pemandangan yang menakjubkan. Kami berhenti sejenak, sekedar melepas penat dan meneguk secangkir kopi.

Pukul 01.00 siang, kami kembali melaju. Di tengah kondisi yang masih mendung dan sesekali gerimis, kami memilih melanjutkan perjalanan. Dengan kecepatan sedang, motor pun terus melaju mengitari pegunungan Semeru. Untungnya, semakin ke barat mendekati daerah Malang, cuaca perlahan membaik.

Kepanjen pun terlalu. Lalu lintas di daerah Malang sore itu sangat ramai. Mungkin Jam jam segitu pegawai-pegawai mulai pulang kerja. Setelah perkotaan Malang berakhir, motor pun terus melaju melintasi Bendungan Karangkates. Udara di daerah sana sangat sejuk. Diiringi dengan nuansa pegunungan di kanan dan kiri jalan, mengantarkan kami memasuki gerbang Kabupaten Blitar. Daerah Selorejo kami lalui. Namun karena perut sudah sulit dikondisikan, dan sholat juga perlu ditegakkan, Kami pun berhenti sejenak untuk makan dan salat jama' ta'hir. Lepas sholat, roda roda motor kembali berputar. Melintasi perkotaan yang tertata rapi hingga sampai ke daerah Garum yang memiliki beberapa SPBU.

Kami akan menginap di kota ini. Kami berhenti di salah satu perempatan lampu merah. Beberapa menit kemudian, sahabat kami yang bernama Nada datang menjemput. Kami pun diajak ke rumahnya. Sesampainya di sana, kami disambut dengan sangat baik oleh keluarganya. Setelah berbincang beberapa saat, kami pun dipersilakan untuk makan bersama dan ditemani dengan segelas kopi. Sungguh rasa nikmat yang tak dapat terungkapkan.



Lepas sholat Isya, kami berkeliling sejenak. Kami kemudian menuju petilasan dari Syekh Subakir. Salah satu tokoh yang paling terkenal dari Wali Songo generasi awal. Letaknya tidak jauh dari Rumah Nada. Hanya membutuhkan waktu 15 menit, kami sudah tiba di lokasi. Di sana, kami berdoa sejenak dan mengagumi jejak-jejak sejarah yang masih tersisa. Berkeliling kota Blitar menjadi kegiatan kami berikutnya. Setidaknya merasakan atmosfer Blitar di malam hari. Puas kami berkeliling, kami pun kembali untuk beristirahat.

Please wait for the next part...!!!  Thanks for your attention.

VISIT WATU DODOL BEACH

Reporter : Teguh Kasiyanto, and Qorib Sony Marta Sungsang

Pagi itu tepatnya hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017, saya pergi ke Banyuwangi. Tujuan saya adalah untuk menemani seorang sahabat yang sedang mengurus proses magangnya. Setelah menunggu dia menyelesaikan proses administrasi di kampus, akhirnya kami pun berangkat. Sekitar pukul 09.40 WIB, kami memulai perjalanan ke bumi Blambangan.

Dengan mengendarai sepeda Honda Grand yang sudah cukup tua, perjalanan pun dimulai. Selepas melewati terminal Pakusari, kondisi jalan lumayan lengang. Sehingga dengan kecepatan yang hanya berkisar 30 hingga 50 km/jam, kami dapat menempuh perjalanan dengan lancar. Sekitar pukul 11.20 WIB kami sudah melintasi daerah Pasar Genteng Banyuwangi. Pasar tradisional yang menjadi penggerak perekonomian Kabupaten Banyuwangi. Kondisi di pasar tersebut masih cukup ramai. Lalu lalang kendaraan yang mengangkut barang-barang pasar masih berlangsung.

Perjalanan pun terus berlanjut. Sekitar pukul 12.20 WIB, kami sudah sampai di kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Setelah sampai di sana, kami pun masuk ke bagian pelayanan umum. Saya pun juga ikut masuk kesana. Walaupun sebenarnya saya tidak ikut-ikutan magang. Tapi ya hanya ingin tahu proses birokrasi disana. Setelah proposal dan surat tugas magang diserahkan, ternyata harus terlebih dahulu meminta surat rekomendasi. Surat rekomendasi tersebut harus didapatkan dari BAKESBANGPOL Kabupaten Banyuwangi. Mau tidak mau itu adalah prosedur. Ya otomatis kami pun berangkat menuju BAKESBANGPOL.

Sekitar pukul 01.00 siang, kami sudah berada di kantor BAKESBANGPOL. Setelah mencoba bertanya dan meminta petunjuk, ternyata masih ada beberapa berkas yang harus diperbaiki susunan dan redaksionalnya. Kami pun masih harus pergi ke warnet untuk menscan berkas yang diperlukan. Setelah semuanya selesai, pukul 01.30 siang kami kembali ke BAKESBANGPOL. Akan tetapi sayang, ketua dari badan tersebut masih berada di sebuah acara di luar kantor. Kami dipersilahkan menunggu setidaknya hingga pukul 03.00 sore.

Waktu pun terus berjalan. Pukul 02.10 siang, kami memutuskan untuk beranjak sejenak. Hitung-hitung mencari Secangkir Kopi.. maklumlah saya sangat Ketergantungan dengan kopi. Saat jarum jam menunjukkan pukul 02.45 siang, kami kembali menghampiri BAKESBANGPOL. Sesampainya di sana, kami masih harus menunggu. Barulah pada pukul 03.15 sore, surat rekomendasi yang dibutuhkan sudah selesai.

Singkat kisah, kami pun sudah menyerahkan seluruh berkas ke Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Sekitar pukul 03.40 sore seluruh proses administrasi telah berhasil dilalui. Proposal magang pun sudah diserahkan.
Rasa-rasanya sayang, jika kami langsung kembali ke Jember. Untuk sekedar mencari angin segar dan ketenangan, kami pun memutuskan untuk mampir sejenak ke pantai Watu Dodol. Hanya butuh waktu kurang dari 20 menit, kami sudah sampai di lokasi yang kami maksud.

Sore itu, kondisi di tepian pantai lumayan ramai. Di antara mereka ada yang sekedar duduk-duduk, foto-foto, bahkan ada juga yang bersantai dengan menikmati beberapa makanan ringan yang dijual oleh pedagang. Angin yang berhembus saat itu lumayan sejuk dan kencang. Dengan langit yang biru tanpa adanya awan gelap, membuat situasi semakin kondusif.

Di tengah-tengah kami menikmati udara pantai yang khas, rasa lapar sangat mencekam mendera. Ya maklumlah, Kami memang sama-sama mahasiswa pas-pasan. Jadi ya wajar jika sore itu kami sudah merasa sangat lapar. Karena memang sudah 24 jam perut kami belum terisi. Dengan uang yang seadanya, kami pun membeli 2 mangkok bakso pada seorang pedagang yang sedang mangkal di situ. Sebenarnya harga semangkok bakso tersebut adalah Rp10.000, 00. Namun karena uang kami pas-pasan, dan khawatir tidak dapat pulang, kami akhirnya membeli Rp15.000, 00 untuk dua mangkok. Untungnya pedagang juga mengijinkan.

















Setelah perut terisi, rasanya otot-otot dan yang menghilang kembali muncul ke permukaan. Rasa lesu pun perlahan-lahan berganti dengan gairah semangat yang meledak-ledak. Sembari meneruskan menikmati suasana pantai di sore itu, kami menyempatkan untuk sekedar berfoto-foto. Termasuk juga berfoto di sekitar area patung gandrung. Suasana sore itu sangat ramai. Beberapa wisatawan pun juga datang kesana. Ada yang hanya wisatawan lokal ada pula wisatawan mancanegara. Sungguh sebuah kebanggaan bagi kita, karena kita memiliki berbagai macam tempat wisata berkelas dunia. Waktu sudah menunjukkan pukul jam 04.45 sore. kami memutuskan untuk segera kembali ke Jember. Harapan saya pribadi, semoga perkembangan pariwisata Indonesia semakin membaik di mata dunia. Jayalah Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Mangruwa.

Friday, October 6, 2017

XENOPHANES, BERFIKIR YANG ESA

By : Teguh Kasiyanto

Xenophanes adalah salah satu filosof yang terkenal di kota Elea. Kota Elea terletak di sebelah Selatan Semenanjung Italia. Kota ini menjadi pusat perkembangan filsafat mulai tahun 540-460 sebelum Masehi. Xenophanes lah yang mengajarkan filsafat di kota tersebut. Ciri khas dari filosof-filosof di kota ini adalah mereka selalu mempertanyakan bagaimana sifat yang ada.? Selain itu juga terkenal dengan pandangan yang satu. Selain Xenophanes, juga terdapat tiga orang filosof Elea yang terkemuka. Mereka adalah: Parmenides, Zeno, dan Milesos.

Xenophanes dilahirkan di sebuah kota yang bernama Kolophon di Asia Minor. Xenophanes diperkirakan hidup antara tahun 580-470 sebelum Masehi. Saat dia berusia 25 tahun, dia meninggalkan kota tempat kelahirannya. Hal ini dikarenakan kota kelahirannya telah dikuasai oleh Persia. Semenjak saat itu, Xenophanes berkelana kemana-mana. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menetap di kota Elea. Untuk mencukupi kebutuhannya, dia menafkahi dirinya dari bernyanyi dan melagukan syair-syair yang amat mendalam arti dan penafsirannya.

Xenophanes adalah orang yang taat. Dia taat beribadah juga dapat beragama dengan baik. Hatinya senantiasa diliputi oleh ruh yang suci. Dia selalu menghabiskan waktu waktunya untuk mengesakan Tuhan. Nyanyian nyanyiannya mengajak orang-orang untuk beragama dan taat dalam beribadah. Sampai usianya lanjut, dia tetap setia menjalankan dakwahnya dengan menyanyikan lagu-lagu yang bermakna dalam.
Syair-syair Xenophanes, menentang segala jenis takhayul di masa itu. Dia menentang kepercayaan masyarakat kota Elea masyarakat di masa itu mempercayai adanya Tuhan yang bermacam-macam. Tuhan yang dipercayai oleh masyarakat adalah kepala dari setiap perbuatan yang mereka lakukan. Contohnya adalah adanya Tuhan yang mengepalai kejujuran, pencurian, perampokan, pembunuhan dan segala jenis Tuhan yang dianggap melandasi perbuatan-perbuatan manusia. Xenophanes juga mengkritik penyair-penyair di masa itu yang melagukan tentang Tuhan.


Dalam pandangan Xenophanes, Tuhan itu tidak banyak. Tuhan Itu Satu dan tidak berbelang. Suatu ketika saat dia menghadiri sebuah perjamuan, dia mengajukan tuntutan kepada yang hadir. Dia menuntut yang hadir di pertemuan tersebut untuk memanggil Tuhan dengan perkataan-perkataan yang bagus dan memuji ketinggian-Nya. Xenophanes juga memerintahkan agar mereka hidup secara sederhana dan menjadikan ruhnya terpuji. Janganlah memuji dan menyanyikan lagu-lagu tentang panglima perang terdahulu. Yang harus ditinggikan adalah budi. Bagi Xenophanes, Tuhan Itu Satu. Tuhan yang Esa dan tak ada yang serupa dengannya. Tuhan yang Esa tersebut merajai dewa dewa yang dipercayai oleh manusia. Tuhan yang Esa tersebut tidak dijadikan, tidak bergerak dan tidak berubah rubah. Tuhan yang Esa tersebut mengetahui seisi alam, mendengar semuanya dan berfikir seluruhnya. Sangat mudah Bagi Tuhan untuk mengendalikan alam semesta ini dengan pikiran-Nya. Sungguh pikiran-pikirannya sangat mengesakan Tuhan.
Kepercayaan di masa itu meyakini adanya Tuhan yang banyak dan berupa rupa. Xenophanes kemudian menyindir perbuatan-perbuatan yang demikian. Dia kemudian berkata, makhluk yang fana ini, mengira seakan Tuhannya itu dilahirkan, berbaju, bersuara, dan bertubuh seperti mereka pula. Akan tetapi kalau sapi, kuda dan singa memiliki tangan dan pandai menggambar niscaya mereka akan menggambarkan Tuhannya sama halnya seperti mereka. Sangat halus dia menyindir masyarakat masa itu. Dalam syairnya yang lain dia berkata, " tidak dari semulanya Tuhan memperlihatkan semuanya kepada makhluk yang fana. Sejalan dengan kemajuan masa, mereka itu akan mendapat yang baik, asal mereka berusaha mencapainya."


Yang asal itu adalah satu. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh para filosof alam dari kota Miletos. Anaximandros maupun Anaximenes juga menyatakan yang demikian. Akan tetapi Xenophanes menyatakan yang satu adalah Tuhan. Dan yang satu tersebut lebih tinggi dari yang lain. Petuah-petuah dari Xenophanes membuatnya memiliki pengaruh besar dalam perkembangan filosof di kota Elea. Perkataan-perkataan nya muncul dari lisannya begitu saja. Dia tidak menjadi Mahaguru dari filsafat di kota itu. Parmenides lah yang menjadi Mahaguru setelahnya.

Demikianlah pemikiran-pemikiran dari sang peng-Esa Tuhan. Sebuah kemajuan pemikiran manusia dalam mencari yang asal dan Maha Tinggi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca pembacanya. Semoga setiap pembaca mampu menemukan kebenaran yang sejati.

Referensi:
Hatta, Muhammad, 2006, Alam Pikiran Yunani, Jakarta, UI Pers.

Thursday, October 5, 2017

HERAKLEITOS, PENCETUS LOGOS

By : Teguh Kasiyanto
Ilustrator : Andre Sempu

Herakleitos lahir di Ephesos. Oleh sebab itu dia sering dipanggil dengan sebutan herakleitos orang Ephesos. Dia hidup pada rentang waktu 540-480 sebelum Masehi. Dia memiliki pandangan yang berbeda dengan pandangan-pandangan filosof terdahulu. Namun, Herakleitos masih terpengaruh oleh filsafat Miletos, yang menyatakan sumber dari segala sesuatu salah satu dari anasir yang ada. Dan anasir yang asal itu menurutnya adalah api.

Api lebih dari yang lain. Api lebih nyata daripada air, apeiron dan udara. Setiap orang dapat melihatnya secara langsung. Api juga dapat bertukar rupa. Api membakar segalanya. Kemudian api tersebut merubah segala sesuatu menjadi dirinya dan kemudian berubah lagi menjadi abu. Api bertukar dengan semuanya. Panas matahari yang juga identik dengan api menjadi syarat penghidupan bagi makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan. Dari sinilah nampak Betapa api memiliki peran yang besar dalam kehidupan. Apilah yang dijadikan Herakleitos sebagai anasir yang asal. Pikirannya tidak terikat kepada alam yang nampak, atau alam-alam besar yang menjadi pengamatan para filosof filosof dari Miletos. Api menjadi kiasan dari Segala peristiwa di dunia ini. Api selalu bergerak dan berubah rubah. Begitu pula dengan segala sesuatu di dunia ini selalu berubah dan dinamis. Yang ada hanyalah pergerakan dan perubahan. Sehingga tidak boleh disebut ada, melainkan menjadi (maksudnya adalah segala sesuatu itu berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain maka disebut lah menjadi).


Segala sesuatu di dunia ini sama seperti api. Segalanya terus bergantian, saling memakan dan menghidupi diri sendiri. Segala permulaan adalah awal dari yang akhir. Hidup adalah awal dari sebuah kematian. Begitulah seisi dunia ini senantiasa bergerak dan berubah tidak ada yang tetap.

Penghidupan di dunia dan kemajuannya dapat diibaratkan sebagaimana air. Herakleitos mencontohkan saat kita mandi di sungai (di dalam air sungai). Saat kita mandi untuk kedua kalinya, Sepertinya kita tetap mandi di air yang sama. Akan tetapi Yakinlah, bahwa yang kamu gunakan untuk mandi saat ini Bukanlah air yang tadi. Air yang tadi telah pergi mengalir. Nampaknya saja air yang kita gunakan untuk mandi adalah air yang sama. Demikianlah di dunia ini. Tak ada yang tetap semuanya selalu berubah.
Dunia ini adalah tempat pergerakan. Setiap ada benda atau makhluk yang baru, benda baru tersebut menghancurkan yang lama dan mengakibatkan benda sebelumnya menjadi lawas (kuno). Dalam status bahasa kekinian, benda baru tersebut menyebabkan benda lama kurang update. Dunia juga menjadi medan perjuangan. Perjuangan dari dua golongan yang saling berlainan dan berlawanan. Dua golongan yang sama-sama banyaknya. Namun itulah perjuangan yang membuat isi dunia menjadi hidup. Perjuanganlah yang membuat muncul tanda-tanda kehidupan. Perjuangan adalah segalanya, raja dari segala-galanya (Hatta,2006:27).

Segala perubahan dikuasai oleh hukum dunia yang disebut logos. Logos artinya pikiran yang benar. Dari kata logos tersebut kemudian juga dikenal istilah logika. Logos lah yang menjadi dasar atau norma bagi manusia untuk melakukan sesuatu hal. Logos adalah kewajiban pikiran. Artinya pemikiran manusia haruslah benar. Orang yang mengetahui kewajiban pikiran untuk berlogos, dia bukan hanya orang yang pandai dan pintar, akan tetapi dia adalah orang yang sangat cerdik. Pernyataan tersebut memperkuat jika Herakleitos memandang Orang yang berpengetahuan dalam, sebagai orang yang benar-benar memiliki dan menikmati kesenangan.

Siapa yang mengetahui hukum-hukum dunia, dia akan berlaku sesuai ketentuan hukum tersebut. Begitulah logos menguasai dunia. Tindakan orang yang berlogos pun, akan dikendalikan oleh akalnya. Hukum yang berlaku pada dunia besar juga akan berlaku pada dunia kecil kita. Jika kita amati pandangan pandangan filosofis dari Herakleitos tersebut, kita akan dapat mengamati jika tujuan filsafatnya sudah mengalami perubahan antara dirinya, Thales, Anaximandros, dan Anaximenes. Itulah jasa terbesar dari Herakleitos. Yang menemukan dunia baru yang jauh berbeda daripada dunia dunia filosof terdahulu. Dunia pikiran. Dunia yang menjadikan filsafat terus hidup hingga saat ini.

Logos menjadi pusat perhatian dari filsafat Herakleitos tentang alam. Untuk mengetahui logos itu yang menjadi dasar dari sebenarnya yang terkandung dalam segalanya, hendaklah manusia menghilangkan prasangkanya jika pengalaman adalah sumber segala pengetahuan. Sebab pengalaman antara satu manusia dengan yang lainnya berbeda-beda dan terbatas.

Logos itu kekal selama-lamanya. Sebab itu tak ada gunanya mencari sebab musabab dari segala yang ada. Logoslah yang berkuasa. Sebab hal tersebut tidak perlu dilakukan. Menurut Herakleitos isi dunia itu tetap sama dan ada di setiap masa. Mereka ada selama-lamanya. Logos adalah bentuk lain dari api. Dia menyala namun tak nampak nyalanya. Logos berada dalam dada dunia ini. Sebab itu kemajuan di dunia ini sesuai dengan iramanya yang tetap.

Dalam pandangan Herakleitos, kejadian alam pada dasarnya serupa dengan Anaximenes dari Miletos. Walaupun berbeda dalam hukum-hukumnya. Sebab itu hanya perlu disebutkan jika alam berasal dari uap air yang ke atas bumi. Uap yang jernih membentuk matahari dan bintang-bintang. Sedangkan uap yang keruh menyebabkan yang basah. Sama halnya dengan jiwa. Jiwa adalah bagian dari uap yang basah. Semakin uap yang basah tersebut naik ke atas, semakin dekat ia dengan yang kering atau jernih. Semakin naik jiwa tersebut maka semakin baik ia.

Demikianlah pokok-pokok pemikiran dari Herakleitos. Meskipun tidak terlalu rinci dan mendalam, tapi mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Semoga tulisan ini dapat mempermudah pemahaman orang-orang yang sedang mencari jati diri dengan berfilsafat.

Referensi:
Hatta, Muhammad, 2006, Alam Pikiran Yunani, Jakarta, UI Pers.