Friday, August 17, 2018

Belajar Yakin Dari KAI


Pernahkah anda melakukan perjalanan dengan naik kereta api? Jika pernah, apakah yang selama ini anda amati ketika melakukan perjalanan dengan naik kereta api? Apakah selama ini sudah perjalanan Anda hanya habis untuk mengamati pemandangan di luar jendela? Ataukah selama ini anda selalu mencari kenalan kenalan baru di setiap perjalanan?
Selama ini saya telah beberapa kali melakukan perjalanan dengan naik kereta api. Akan tetapi pada perjalanan satu minggu yang lalu, saya menemukan hal yang cukup mengejutkan dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ketika saya naik kereta api dari Yogyakarta hingga ke Jember, Saya menyadari bahwa saya dapat belajar yakin dari apa yang diterapkan oleh PT KAI.
Pernahkah ketika Anda naik kereta api kemudian Ada petugas yang menjajakan aneka makanan dan minuman? Mereka selalu menjajakan makanan dan minuman walaupun terkadang belum ada pemesanannya. Apakah mereka tidak melakukan sebuah perhitungan? Saya kira tentu saja dari pihak perusahaan telah melakukan berbagai macam perhitungan yang sangat matang.

Betapa tidak, Terkadang saya bertanya apakah dari KAI tidak memperhitungkan orang-orang yang membawa bekal dari rumah? Akan tetapi, sangat mungkin tidak semua penumpang membawa bekal dari rumah mereka masing-masing. Sehingga potensi untuk terbeli oleh penumpang sangatlah mungkin. 
Bagaimana dari pihak perusahaan kereta api dapat mencapai keadilan tersebut? Coba kita perhatikan! Ketika kita naik kereta api, tidak kita jumpai satu pun pedagang yang berasal dari rakyat jelata atau pedagang asongan. Seluruh makanan dan minuman diperdagangkan oleh satu kelompok saja. Artinya dengan berbagai cara yang sangat terkesan monopoli, keyakinan akan keterbelian tersebut sangat mungkin dicapai. 
Saya tidak akan membahas tentang monopoli perdagangannya. Akan tetapi, kita sangat mungkin melakukan monopoli terhadap diri kita sendiri untuk mencapai sebuah keyakinan. jika perusahaan saja dapat melakukan analisis dan upaya untuk tercapainya pendapatan, Mengapa kita sebagai hamba Tuhan tidak dapat melakukan hal yang sama? 
Mengapa kita tidak belajar yakin dari apa yang kita Amati dan kita temukan di sekeliling? Harusnya kita sebagai makhluk yang memiliki Tuhan Yang Maha kaya, kita lebih yakin dapat hidup dengan kecukupan dan tanpa kekurangan hal apapun. Bukankah keterbelian terhadap makanan dan minuman di atas kereta api berasal dari pemikiran yang optimistis.? Oleh sebab itu, marilah kita berpikir optimis dan berprasangka baik kepada Tuhan Yang Maha Esa tentang segala kesulitan dan keterbatasan yang kita alami.

Tuesday, August 14, 2018

TUNAS GUSDURIAN 2018, Ambil Sikap Tegas Jelang Tahun Politik


Yogyakarta. Pertemuan Nasional Jaringan Gusdurian bersikap tegas hadapi tahun politik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mbak Alissa Wahid pada penutupan Pertemuan Nasional Gusdurian pada hari Minggu 12/08/2018 di Asrama haji Yogyakarta. "Jaringan Gusdurian tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis." Tutur Mbak Alissa Wahid dalam sambutan penutupan. 
Jaringan Gusdurian tetap bergerak pada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Setiap orang yang mengaku sebagai Gusdurian, tidak diperkenankan untuk mengatasnamakan Gusdurian dalam aktivitas politik praktis apapun. Komunitas Gusdurian di seluruh Indonesia juga tidak boleh menyatakan sikap dukungan politik terhadap salah satu pihak pada Pemilihan Umum tahun 2018. 
Pelarangan tersebut bukan berarti individu-individu dalam komunitas Gusdurian tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Akan tetapi, mereka tetap dapat ikut serta dalam politik praktis dengan tanpa mengatasnamakan/membawa nama Gusdurian dalam aktivitasnya. Dengan demikian, seluruh anggota Gusdurian tetap dapat terlibat dalam aktivitas politik praktis dengan ketentuan yang telah diuraikan. 
Sebelumnya, Jaringan Gusdurian mengadakan pertemuan Nasional pada 10-12 Agustus 2018. Pertemuan tersebut dilakukan di asrama haji Yogyakarta. 106 komunitas Gusdurian terlibat dalam pertemuan ini. Lebih dari 600 orang hadir dalam pertemuan Nasional dua tahunan ini. Pada pertemuan kali ini dihadiri dari perwakilan komunitas dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari Gusdurian beberapa negara. 
Pertemuan Nasional jaringan gusdurian tahun ini mengambil tema "Menggerakkan Tradisi, Meneguhkan Indonesia". Tema tersebut menggambarkan Gusdurian yang tidak hanya memelihara tradisi, akan tetapi menggerakkannya untuk Indonesia yang lebih baik. Gus Dur telah meneladankan, saatnya kita melanjutkan.

Sunday, August 5, 2018

Makam Sang Syahid Al Habib Ali Bin Abdullah Al Hamid


Habib Ali, sebuah nama yang mungkin tidak asing lagi terdengar di telinga kita, terutama bagi yang senang berziarah dan bertabarruk. Makam beliau terletak di Garahan, tepatnya di tikungan pertama menjelang naik ke Gunung Gumitir. jarak dari Kota Jember sekitar 30 km dan hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di sana. Jika dari arah Jember, lokasinya tak jauh dari gapura yang bertuliskan Selamat tinggal Jember.
Al Habib Ali bin Abdullah Al Hamid wafat pada usia 32 tahun. Menurut beberapa sumber, beliau wafat ketika menjabat sebagai ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember. Habib Ali masih tergolong keponakan dari Habib Sholeh Tanggul. Habib Ali meninggal dalam sebuah tragedi yang terjadi sekitar tahun 1965. 
Peristiwa tersebut berawal dari datangnya seorang tamu ke rumah Habib Ali. tamu tersebut kemudian menginformasikan bahwa jamaah dan santrinya sedang diamankan di kantor kepolisian setempat. Mendengar hal tersebut, Habib Ali kemudian berkemas serta segera berangkat. Ditengah-tengah perjalanan tersebut, Habib Ali kemudian diculik oleh segerombolan orang (yang menurut beberapa sumber adalah PKI).
Habib Ali kemudian diseret hingga pegunungan Gumitir yang terletak di antara perbatasan Jember dan Banyuwangi. Sampai di sana, Habib Ali kemudian ditembak dengan peluru. akan tetapi peluru peluru tersebut tidak ada yang mampu melukai beliau. Game eksekusi kemudian mengambil langkah untuk mengancam beliau. Jika jika peluru tidak ada yang dapat melukai beliau, maka keluarganya yang akan menjadi sasaran.
Mendengar ancaman tersebut, Habib Ali kemudian menyetujui dan mengajukan syarat. Beliau minta agar jenazahnya tidak dicampur dengan korban eksekusi yang lain. Selain itu, beliau suka mengajukan untuk melakukan salat dua rakaat sebelum eksekusi dilaksanakan. 

Baca juga :

jenazah Habib Ali bin Abdullah Al Hamid ditemukan oleh wanita paruh baya keesokan harinya. Kisah pilu tersebut kemudian menjadi gamblang dan jelas, ketika di awal abad 21, seseorang datang ke makam beliau untuk berziarah dan mengakui perbuatannya. Orang tersebut juga mengaku bahwa dia melakukan hal tersebut karena juga sedang diancam.

Sekarang setelah lebih dari setengah abad beliau wafat, makam beliau sangat terawat. Halamannya yang dulu masih berupa tanah biasa, sekarang telah mengalami pembangunan dan telah di paving. Letak makam beliau yang juga berada di lereng gunung, sangat cocok bagi kita yang ingin berziarah sekaligus bertafakur dikala malam hari. Selamat berziarah dan semoga berkah....


Sumber Informasi: nutegal

Thursday, August 2, 2018

HP Teman Nulis Blog Yang Nyaman, Xiomi Redmi 5 Plus


Setelah rusaknya hp xiomi Redmi Note 1 3G saya di bulan Mei, aktivitas menulis saya di blok menjadi terhenti. HP tersebut sudah mulai mengalami gangguan sejak awal tahun 2018. Akhirnya Setelah mengalami rusak total di awal bulan Mei, aktivitas menulis saya menjadi terhenti, baik menulis blog maupun mengerjakan skripsi. Untungnya rusaknya perangkat tersebut tepat setelah proposal final saya selesaikan di ACC oleh dosen.
Gangguan tersebut sebenarnya sangat mengurangi produktifitas dalam menulis. Selama penggunaan HP tersebut mulai tahun 2016 di bulan Juni, Xiomi Redmi Note generasi pertama tersebut telah menemani menulis berbagai macam kebutuhan, baik tugas kuliah maupun tulisan pada blog. Akan tetapi rendahnya spesifikasi dan sistem operasi Android yang sudah sangat lama, menyebabkan setiap pembuatan tulisan perlu dicermati satu persatu, karena sangat mudah terjadi kesalahan.
Di sepertiga awal bulan Juni 2018, dengan membongkar 2 celengan yang saya miliki serta dengan uang tabungan, Saya memutuskan dekat untuk membeli perangkat baru. Perangkat baru yang saya beli tersebut adalah Hp Xiomi Redmi 5 Plus. HP yang tidak terlalu baru memang, karena HP tersebut diluncurkan di akhir 2017. Akan tetapi dari sistem operasi dan prosesor yang digunakan, sudah sangat mengalami peningkatan dari HP sebelumnya.
HP tersebut saya beli dengan harga Rp2.350.000,00. Seluruh uang celengan dan tabungan Habis sudah untuk kenekatan tersebut. Meskipun demikian dengan adanya perangkat baru ini saya dapat melanjutkan menulis dan berkarya. Saya juga dapat kembali melanjutkan proses penulisan skripsi sekaligus menulis di blog dan di Google Maps sebagai Google local guide.
Mengapa tidak membeli laptop? Hingga hari ini berbagai kesulitan masih saya hadapi untuk mendapatkan atau belajar untuk mengoperasionalkannya.  Kesulitan finansial juga menjadi faktor selanjutnya. Saat ini saya kembali melanjutkan menabung untuk dapat membeli laptop suatu ketika nanti, baik untuk belajar maupun untuk berkarya.
Setelah 2 bulan pemakaian HP ini, rasa-rasanya masih sangat baik. Untuk menulis dan sosial media tidak terjadi masalah yang berarti. Ketahanan baterai yang menjadi kekuatan utama Snapdragon 625 juga begitu baik perannya. Layar besar berukuran 5,99 inchi sangat enak dipandang operasi dengan resolusinya yang sudah 1080p. Kameranya yang 13 MP dan 5 MP, Setelah mengalami beberapa update software juga mengalami perbaikan. Secara keseluruhan, Hp ini masih sangat cukup untuk aktivitas saya berkarya di blog.