Wednesday, January 31, 2018

ARTI DARI GERHANA BULAN MERAH SAAT SUPERMOON

Gerhana bulan adalah sebuah fenomena astronomi yang biasa terjadi. Gerhana bulan dapat terjadi karena posisi bumi berada diantara matahari dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan tidak dapat memantulkan cahaya matahari dengan baik. Hal ini menyebabkan rembulan Tidak dapat terlihat bulat sempurna saat Purnama.

Gerhana bulan yang terjadi pada bulan Januari 2018 ini, adalah gerhana bulan yang sangat spesial. Hal ini dikarenakan posisi Bulan berada pada jarak terdekat terhadap bumi. Sehingga hal ini juga menimbulkan fenomena bulan terlihat lebih besar daripada biasanya. Fenomena tersebut dinamakan supermoon.
Fenomena gerhana bulan pada tahun ini tidak hanya bertepatan dengan supermoon. Akan tetapi juga bertepatan dengan blue moon dan blood moon. Blue moon adalah fenomena di mana dalam satu bulan Masehi terdapat dua purnama. Sedangkan blood moon adalah fenomena bulan berwarna merah darah.
Banyak masalah / perkara orang banyak Ingkar terhadap Tuhan.,Pagi umat Islam, disunahkan melakukan salat gerhana saat gerhana terjadi. Salat tersebut dapat dilakukan secara berjamaah di masjid masjid atau mushola terdekat. Bagaimana pujangga Jawa memandang fenomena gerhana bulan kali ini.? Bagaimanakah dampak dari gerhana bulan yang terjadi menurut primbon Jawa.? Berikut adalah daftar dampak dari gerhana bulan berdasarkan kalender Qomariah:


Baca juga :



  • Sura, banyak masalah/perkara, orang banyak Ingkar terhadap Tuhan.,
  • Sapar, banyak angin besar, harga makanan mahal dan hujan jarang turun.,
  • Rabiul awal, banyak hujan dengan angin topan, tanaman banyak yang rusak, berjangkit penyakit di desa, banyak orang yang meninggal, pejabat banyak yang prihatin.,
  • Rabiul akhir, banyak kejahatan, banyak orang kaya yang susah dan banyak orang miskin yang berpindah tempat tinggal.,
  • Jumadil Awal, banyak petir/halilintar saling menyambar, banyak perkara/masalah, banjir besar.,
  • Jumadil Tsani, memperoleh bahagia dan tidak ada halangannya.,
  • Rojab, makanan harganya mahal, ada peperangan dan banyak orang jahat.,
  • Sya'ban, terjadi perselisihan antara raja dan prajuritnya, rezeki berkurang.,
  • Romadhon, orang bersenang-senang tetapi lalu muncul penyakit.,
  • Syawal, banyak angin besar, pejabat bertengkar, banyak penyakit dan kematian.,
  • Dzulqo'dah, banyak angin topan, banyak fitnah, prajurit berselisih dengan kawan sendiri.,
  • Dzulhijjah, Tuhan memberikan rahmatNya, murah harga pakaian dan makanan.

Analisis:
Gerhana bulan yang terjadi pada malam hari ini jatuh pada bulan Jumadil Awal. Artinya menurut Pujangga Jawa terdahulu, setelah terjadinya gerhana ini akan terjadi, "banyak petir/halilintar saling menyambar, banyak perkara/masalah, banjir besar". Apakah kita harus mempercayai sepenuhnya tentang hal ini.? Tentu saja tidak. Yang wajib kita percayai sepenuhnya adalah apa apa yang telah di firmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal-hal yang berkaitan dengan Prakiraan Prakiraan seperti tersebut di atas, seharusnya dapat menjadikan kita lebih dekat pada Tuhan Yang Maha Esa bukan justru tersesat pada jeratan perkiraan.
Jika kita telaah lebih lanjut, badan meteorologi klimatologi dan geofisika atau BMKG, telah mengeluarkan adanya peringatan cuaca buruk. Hari ini dikarenakan adanya pergerakan udara dari daratan Asia menuju Australia. Dampak dari adanya Pergerakan udara ini, mengakibatkan akan terjadinya intensitas hujan lebat pada 21 provinsi di Indonesia. Selain itu, juga akan berhembus angin kencang dan ketinggian gelombang dapat mencapai hingga 6 meter.
Jika kita mengacu pada imbauan yang dikeluarkan oleh BMKG, maka sebenarnya kemungkinan dari dampak gerhana bulan yang terjadi pada bulan Jumadil Awal ini dapat benar-benar terjadi, yaitu terjadinya banjir besar. Di samping prediksi dampak dari gerhana oleh para pujangga, kita harus tetap berhati-hati dengan kondisi cuaca yang terus mengalami perubahan. Yang tidak kalah pentingnya adalah, kita harus dapat berusaha menambah tingkat keimanan kita pada Tuhan Yang Maha Esa.


By : Teguh Kasiyanto
Ilustrator : Andre Sempu


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA

Monday, January 29, 2018

AL KINDI, BAPAK FILSAFAT ISLAM. (Bagian 3, Penciptaan Alam Semesta)

By : Teguh Kasiyanto

Teori penciptaan alam semesta memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Sejak zaman Yunani kuno, tepatnya ketika Thales menyebut Air sebagai asal dari segalanya. Filosof yang lain diantaranya adalah: Anaximandros, Anaximenes, Herakleitos, bahkan Aristoteles. Berbagai macam argumentasi mengenai penciptaan alam terus bermunculan.

Baca Juga :
https://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2018/01/al-kindi-bapak-filsafat-islam-bagian-2.html

Menurut filosof Yunani, semesta tercipta dari yang ada. Sebab bagi mereka apa disebut sebagai mencipta, adalah membuat sesuatu yang baru berdasarkan apa yang ada sebelumnya, baik lewat gerakan atau emanasi. Artinya, dalam pandangan filsafat Yunani, Tuhan bukanlah pencipta dalam makna yang sesungguhnya, dari tiada menjadi ada, melainkan hanya sebagai penggerak atau pewujud realitas, dari alam potensialitas kepada alam aktualitas. Jika teori penciptaan alam tersebut disepakati oleh filosof muslim, maka konsekuensinya adalah alam semesta ini tidak berawal dan tidak berakhir. Dapat dikatakan pula jika alam semesta ini akan abadi. Padahal Tuhan juga memiliki sifat keabadian. Pertentangan inilah yang kemudian membuat filosof muslim menolak teori penciptaan alam milik orang-orang Yunani.
Al-kindi secara jelas menolak teori tersebut. Sebagai gantinya Al-Kindi menawarkan teori citra alam semesta ini tercipta dari yang tiada, sebagaimana yang diyakini dalam teologi Islam. Menurutnya semesta ini terbatas, tidak Abadi, dan bermula dari yang tiada. Dia tidak menggunakan dalil teologis untuk membuktikan kebenaran pendapatnya.. akan tetapi dia menggunakan argumentasi filosofis. Pendapatnya didasarkan pada logika Aristoteles. Dua logika Aristoteles tersebut adalah, pertama bahwa sesuatu yang tidak terbatas tidak dapat berubah menjadi terbatas yang berwujud dalam bentuk yang aktual. Kedua, bahwa materi, waktu dan gerak muncul secara serentak persamaan. Dari dua logika Aristoteles ini, Al Kindi kemudian mengembangkan menjadi sembilan argumen. Sembilan argumen tersebut adalah sebagai berikut:
  • Dua besaran yang sama, jika salah satunya tidak lebih besar dari yang lainnya, berarti adalah sama.,
  • Jika satub esaran ditambahkan pada salah satu dari dua besaran yang sama tersebut, keduanya menjadi tidak sama.,
  • Jika sebuah besaran dikurangi, sisanya adalah lebih kecil dari besaran semula.,
  • Jika suatu besaran diambil sebagiannya, kemudian sebagiannya tersebut dikembalikan lagi, hasil besarannya adalah sama seperti sebelumnya.,
  • Besaran yang terbatas tidak dapat berubah menjadi tidak terbatas, begitu juga sebaliknya.,
  • Jumlah dua besaran yang sama, jika masing-masing bersifat terbatas adalah terbatas.,
  • Besaran alam aktualitas adalah sama dengan besaran alam potensialitas.,
  • Dua besaran yang tidak terbatas tidak mungkin salah satunya menjadi lebih kecil daripada lainnya.,
  • Apa yang dimaksud sebagai lebih besar adalah dalam hubungannya dengan bagian yang lebih kecil, dan yang disebut sebagai lebih kecil adalah dalam hubungannya dengan yang lebih besar.
Berdasarkan atas dua prinsip dan sembilan pernyataan di atas, Al Kindi kemudian membuktikan kebenaran pandangannya. Berikut adalah tiga pembuktian yang dikemukakan oleh Al-Kindi.
Pertama, jika kita menyatakan bahwa wujud aktual dari semesta ini tidak terbatas, maka kita juga harus menyatakan bahwa wujud aktual dari semesta ini juga tidak terbatas. Namun ini bertentangan dengan prinsip pertama Aristoteles yang menyatakan bahwa wujud aktual adalah terbatas.,
Kedua, jika wujud semesta yang diasumsikan tidak terbatas ini kita ambil sebagiannya, sisanya dapat berupa wujud tidak terbatas, sebagaimana keseluruhannya atau menjadi wujud terbatas. Namun jika dikatakan tidak terbatas, nerarti ada dua hal yang sama-sama tidak terbatas, dan itu mengimplikasikan bahwa keseluruhan adalah sama dengan bagiannya, dan ini tidak masuk akal jika dikatakan menjadi wujud terbatas,. Hal itu bertentangan dengan pernyataan bahwa yang tidak terbatas tidak mungkin melahirkan yang terbatas.,
Ketiga, jika sebagai mananya yang diambil tadi kita kembalikan lagi hasilnya adalah sebagaimana yang ada sebelumnya. Namun ini mengimplikasikan ada sesuatu yang tidak terbatas (keseluruhan) yang lebih besar dari sesuatu yang tidak terbatas lainnya (bagian) sesuatu yang tidak masuk akal.
Dari kontradiksi kontradiksi tersebut, Al-Kindi menyatakan bahwa semesta yang ada dalam aktualitas ini haruslah bersifat terbatas. Karena semesta ini terbatas, maka semesta ini tidak ada, tidak qodim dan tercipta dari yang tiada. 
Menurut Aristoteles (384-322SM), waktu adalah Qodim. Artinya waktu tidak memiliki suatu permulaan. Jika waktu tidak memiliki permulaan berarti waktu adalah tidak terbatas. Jika waktu tidak terbatas, bagaimana kita mengenal waktu lampau dan waktu mendatang.? Hal ini menandakan bahwa waktu telah masuk ke alam aktualitas. Padahal sesuatu yang tidak terbatas tidak dapat berubah menjadi terbatas. Itu artinya waktu dan juga gerak adalah sesuatu yang terbatas dan juga baru.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas, maka dapat diketahui jika Al-Kindi memiliki konsep yang berbeda dari Aristoteles (384-322 Sebelum Masehi), yang menyatakan bahwa semesta adalah terbatas dalam ruang tetapi tidak terbatas dalam waktu dan gerak. Al-kindi juga tidak sesuai dengan Plato (428-347 SM), yang menyatakan bahwa semesta adalah terbatas dalam waktu tetapi tidak terbatas dalam materi (ruang). Sebab bagi Al-Kindi, ruang (materi), waktu dan gerak ketiganya adalah sama-sama terbatas dan tercipta. Meskipun demikian dia sependapat dengan Plato mengenai hubungan antara gerak dan waktu. Menurut keduanya waktu muncul seiring bersamaan gerak dan perubahan, saat ada gerak dan perubahan Berarti di situ ada waktu. Begitu juga sebaliknya. Karena Tuhan tidak berubah, maka berarti Tuhan tidak berhubungan dengan waktu. Oleh sebab itu Tuhan tidak Bermula dan akan tetap abadi.
Al-kindi adalah seorang geosentrisme. Geosentrisme adalah paham yang menyatakan bahwa seluruh planet dan bintang-bintang mengelilingi bumi. Al-kindi masih dipengaruhi pendapat Aristoteles dan salah seorang filosof Mesir dalam pandangannya ini. Pandangan heliosentrisme baru mulai berkembang di dunia muslim sekitar abad 14 Masehi.



Referensi

Aizid, Rizem, 2013, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap Periode Klasik, Pertengahan dan Modern, Yogyakarta, Diva Press.
Asy-Syahrastani, 2009, Terjemah Al-Milal Wa Al Nihal, Surabaya, Bina Ilmu
Khudori Soleh A., 2016, Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer, Yogyakarta, AR-RUZZ MEDIA.

Thursday, January 25, 2018

215 ISI JANGKA JAYABAYA PRA TAFSIR MODERN

By : Teguh Kasiyanto
Ilustrator : Andre Sempu


Selamat datang pada pembahasan terbaru ini. Ini adalah label baru pada blog ini. Nantinya،label ini akan secara bertahap membedah penafsiran dari makna Jangka Jayabaya yang selama ini sering menjadi perbincangan di kalangan orang Jawa. Jika selama ini kita sering mendengar penafsiran Jangka Jayabaya poin-poin dengan pemaknaan bahasa secara langsung, maka pada blog ini nantinya penafsiran Jangka Jayabaya akan dimutakhirkan dan sedapat mungkin disesuaikan dengan fakta sejarah yang terjadi pada bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dari 215 poin Jangka Jayabaya akan dibahas secara bertahap, hingga nantinya dapat terselesaikan. 
Penafsiran yang akan dilakukan, tentu tidak hanya berlandaskan pada logika. Akan tetapi, penafsiran Jangka Jayabaya nantinya akan menggunakan data sejarah dari berbagai referensi yang dapat digali. Yang menjadi kesulitan utama dari penafsiran Jangka Jayabaya ini adalah minimnya referensi yang saat ini dimiliki. Oleh sebab itu, pada bagian pertama ini, akan dijabarkan 215 isi Jangka Jayabaya menurut Babad Tanah Jawi yang ditulis oleh Soedjipto Abimanyu.

Jangka Jayabaya adalah kitab amalan yang dibuat oleh maha Raja Kerajaan Kediri yaitu Jayabaya. Raja Jayabaya adalah Raja Kediri yang terbesar saat ibukota kerajaannya berada di Panjalu. Beliau memerintah Kediri antara tahun 1130-1160 Masehi. Riwayat hidup tentang Jayabaya akan kita bahas pada ulasan khusus yang membahas tentang sejarah Jayabaya, tentunya Dapat anda temukan pada blog ini.
Berikut ini adalah 215 ramalan Jangka Jayabaya yang dikutip dari buku Babad Tanah Jawi karya Soedjipto Abimanyu berkenaan dengan kehidupan Nusantara hingga akhir:


  • Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran, (kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda).,
  • Tanah Jawa kalungan Wesi, (pulau Jawa Berkalung besi).,
  • Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, (perahu berjalan di atas angkasa).,
  • Kali ilang kedhunge, (Sungai kehilangan mata air).,
  • Pasar ilang kumandang, (pasar keuangan suara).,
  • Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak, (itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat).,
  • Bumi saya suwe saya mengkeret, (bumi semakin lama semakin mengerut).,
  • Sekilan bumi dipajeki, (Sejengkal Tanah dikenakan pajak).,
  • Jaran doyan mangan sambel, (Kuda suka makan sambal).,
  • Wong wadon nganggo pakeyan Lanang, (orang perempuan berpakaian lelaki).,
  • Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak walking zaman, (itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik).,
  • Akeh janji ora ditetepi, (banyak janji tidak ditepati).,
  • Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe, (banyak orang berani melanggar sumpahnya sendiri).,
  • Manungsa padha seneng nyalah, (orang-orang saling melempar kesalahan).,
  • Ora ngendahake hukum Hyang Widhi, (tak peduli akan hukum Hyang Widhi).,
  • Barang jahat diangkat-angkat, (yang jahat di junjung junjung).,
  • Wong suci dibenci, (orang suci justru dibenci).,
  • Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit, (banyak orang hanya mementingkan uang).,
  • Lalui kamanungsan, (lupa Jati kemanusiaan).,
  • Lali kebecikan, (lupa hikmah kebaikan).,
  • Lali sanak, lali kadang, (lupa sanak, lupa saudara).,
  • Akeh Bapa lali anak, (banyak ayah lupa anak).,
  • Akeh anak wani nglawan ibu, (banyak anak berani melawan ibu).,
  • Nantang Bapa, (menentang ayah).,
  • Sedulur padha cidra, (saudara dan saudara saling khianat).,
  • Kulawarga padha curiga, (keluarga saling curiga).,
  • Kanca dadi mungsuh, (kawan menjadi lawan).,
  • Akeh manungsa lali asale, (banyak orang lupa asal-usul).,.
  • Ukuman Ratu ora adil, (hukuman Raja tidak adil).,
  • Akeh pangkat sing jahat lan ganjil, (banyak pejabat jahat dan ganjil).,
  • Akeh kelakuan sing ganjil, (banyak ulah tabiat ganjil).,
  • Wong apik-apik padha kepencil, (orang yang baik justru Tersisih).,
  • Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin, (banyak orang kerja halal justru merasa malu).,
  • Luweh Utama ngapusi, (lebih mengutamakan menipu).,
  • Wegah nyambut gawe, (malas bekerja).,
  • Kepingin Urip mewah, (inginnya hidup mewah).,
  • Ngumbar nafsu Angkara Murka, nggedhekake duraka, (melepas Nafsu Angkara Murka memupuk durhaka).,
  • Wong bener thenger-thenger, (orang benar termangu-mangu).,
  • Wong salah bungah, (orang yang salah gembira ria).,
  • Wong apik ditampik-tanpik, (orang yang baik ditolak)., 
  • Wong jahat munggah pangkat, (orang yang jahat naik pangkat).,
  • Wong agung kesinggung, (orang yang mulia dilecehkan).,
  • Wong ala kapuja, (orang yang jahat dipuji-puji).,
  • Wong wadon ilang kewirangane, (perempuan hilang malu).,
  • Wong Lanang ilang kaprawirane, (laki-laki hilang jiwa kepemimpinan).,
  • Akeh Wong Lanang ora duwe bojo, (banyak laki-laki tak mau beristri).,
  • Akeh wong wadon ora setyo marang bojone, (banyak perempuan ingkar pada suami).,
  • Akeh ibu padha ngedol anak, (banyak ibu menjual anak).,
  • Akeh wong wadon ngedol awake, (banyak perempuan menjual diri)., 
  • Akeh wong ijol bebojo, (banyak orang gonta-ganti pasangan).,
  • Wong wadon nunggang jaran, (perempuan menunggang kuda).,
  • Wong lanang linggih plangki (laki-laki naik tandu).,
  • Randha sewong loro, (dua janda hanya se ueang, se uang =8,5 sen).,
  • Prawan seuga lima, (lima perawan lima picis).,
  • Dhudha pincang laku Sembilan uang, (Duda pincang laku sembilan uang).,
  • Akeh Wong ngedol ngelmu, (banyak orang menjual ilmu).,
  • Akeh wong ngaku aku, (banyak orang mengaku diri).,
  • Njobone putih njerone dhudhu, (diluar putih didalam Jingga).,
  • Ngakune suci, nanging sucine palsu, (mengaku suci, tapi palsu belaka).,
  • Akeh bujuk, akeh lojo, (banyak bujuk, banyak musibah).,
  • Akeh Udan salah mangsa, (banyak hujan salah musim).,
  • Akeh prawan tua, (banyak perawan tua).,
  • Akeh randha nglairake anak, (banyak janda melahirkan bayi).,
  • Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne, (banyak anak lahir mencari bapaknya).,
  • Agama akeh sing nentang, (agama banyak ditentang).,
  • Prikamanungsan saya ilang,(peri kemanusiaan semakin hilang).,
  • Omah Suci dibenci, (rumah Suci dijauhi).,
  • Omah ala saya dipuja, (rumah maksiat makin dipuji).
  • Wong wadon lacur ing ngendi ngendi, (perempuan lacur di mana-mana).,
  • Akeh laknat, (anak kutukan).,
  • Akeh penghianat, (banyak penghianat).,
  • Anak mangan bapak, (anak makan bapak).,
  • Sedulur mangan sedulur, (saudara makan saudara).,
  • Kanca Dadi mungsuh, (kawan menjadi lawan).,
  • Guru disatru, (guru dimusuhi).,
  • Tangga padha curiga, (tetangga saling curiga).,
  • Mana kene saya Angkara Murka, (Angkara Murka semakin merajadi-jadi).
  • Sing weruh, kebubuhan, (Bang siapa tahu, terkena beban).,
  • Sing ora weruh, ketutuh, (sedangkan yang tidak tahu, disalahkan).,
  • Besuk yen ana peperangan, (kelak jika ada peperangan).,
  • Teko saka wetan, kulon, kidul lan lor, (datangnya dari timur, barat, selatan dan Utara).,
  • Akeh Wong becik saya sengsara, (banyak orang baik semakin sengsara).,
  • Wong jahat saya seneng, (sedangkan orang jahat semakin senang).,
  • Wektu iku dhandhang diunekake kuntul, (ketika itu, burung gagak dikatakan burungBangau).,
  • Wong salah dianggep bener, (orang salah digadang-gadang).,
  • Pengkhianat nikmat, (penghianat nikmat).,
  • Durjana saya sempurna, (Durjana semakin sempurna).,
  • Wong jahat munggah pangkat, (orang jahat naik pangkat).,
  • Wong lugu kebelenggu, (orang yang lugu dibelenggu).,
  • Wong Mulyo dikunjoro, (orang yang mulia dipenjara).,
  • Sing curang garang, (yang kurang berkuasa).,
  • Sing Jujur kajur, (yang jujur sengsara).,
  • Pedagang akeh sing keplarang, (pedagang banyak yang tenggelam).,
  • Wong main akeh sing ndadi, (penjudi banyak merajalela).,
  • Akeh barang haram, (banyak barang haram).
  • Akeh anak haram, (banyak anak haram).,
  • Wong wadon nglamar wong lanang, (perempuan melamar laki-laki).
  • Wong lanang ngasorake drajate dhewe, (laki-laki membersihkan derajat sendiri).,
  • Akeh barang-barang mlebu luang, (banyak barang terbuang buang).,
  • Akeh wong kaliren lan wudo, (banyak orang lapar dan telanjang).,
  • Sing tuku nglerok sing dodol, (pembeli membujuk penjual).,
  • Sing dodol akal akal, (si penjual bermain siasat).,
  • Wong golek pangan, kaya gabah diinteri, (mencari rezeki ibarat gabah ditampi).,
  • Sing kebot kliwat, (yang tangkas lepas).,
  • Sing telah sambat, (yang terlanjur menggerutu).,
  • Sing gedhe kesasar, (yang besar tersesat).,
  • Sing cilik kepleset, (yang kecil terpeleset).,
  • Sing onggak ketunggak, (yang congkak terbentur).,
  • Sing wedi mati, (yang takut mati).,
  • Sing nekat mbrekat, (yang nekat mendapat berkat).,
  • Sing jerih ketindhih, (yang hati kecil tertindih).
  • Sing ngawur makmur, (yang ngawur makmur).,
  • Sing ngati-ati ngrecih, (Yang berhati-hati merintih).,
  • Sing ngedan keduman, (yang main gila menerima bagian).,
  • Sing waras nggagas, (yang sehat pikiran berpikir).,
  • Wong tani ditaleni, (petani diikat).,
  • Wong doro ura-ura, (orang bohong bersenandung).,
  • Ratu ora netepi janji, musna penguasane, (Raja tidak menepati janji, hilang wibawanya).,
  • Bupati dadi rakyat, (pegawai tinggi menjadi rakyat).,
  • Wong cilik dadi priyayi, (orang kecil menjadi priayi).,
  • Sing mendele dadi gedhe, (Yang curang jadi besar).,
  • Sing Jujur kajur, (Yang jujur celaka).,
  • Akeh omah ing ndhuwur jaran, (Rumah rumah di punggung kuda).,
  • Wong mangan wong, (Orang makan sesamanya).,
  • Anak lali bapak, (Anak lupa Bapak).,
  • Wong tuwo lalui tuwane, (Orang tua lupa ketuaan mereka).,
  • Pedagang adol barang saya laris, (Jualan Pedagang semakin laris).,
  • Bandhane saya ludhes, (Namun harta mereka makin habis).,
  • Akeh wong mati kaliren ing sisihe panganan, (Banyak orang mati lapar di samping makanan).,
  • Akeh wong nyekel bondho nanging uripe sengsara, (Banyak orang berharta, tapi Hidup sengsara).,
  • Sing edan bisa dandan, (Yang gila bisa bersolek).,
  • Sing bengkong bisoma nggalang gedhong, (Si bengkok membangun mahligai).,
  • Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil, (Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih).,
  • Ana peperangan ing njero, (Terjadi perang di dalam).,
  • Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham, (Terjadi Karena para pembesar banyak salah p).,
  • Durjana saya ngambra-ambra, (Kejahatan makin merajalela).,
  • Penjahat saya tambah, (Penjahat makin banyak).,
  • Wong apik saya sengsara, (Orang'baik makin sengsara).,
  • Akeh wong mati jalaran saka peperangan, (banyak orang mati karena perang).,
  • Kelimpungan lan kobongan, (Karena bingung dan kebakaran).,
  • Wong bener saya thenger-thenger, (Si benar makin tertegun).,
  • Wong salah saya bungah-bungah, (Si salah makin sorak-sorai).,
  • Akeh bondha musna ora karuan lungane, (Banyak harta hilang entah kemana).,
  • Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sebabe, (Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa).,
  • Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram, (banyak barang haram, banyak anak haram).,
  • Bejane sing lali, bejane sing eling, (beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar).,
  • Nanging sak untung-untunge sing lali, (tapi Betapapun beruntung si lupa).,
  • Isih untung sing waspada, (masih lebih beruntung si Waspada).,
  • Angkara murka saya ndadi, (Angkara murka semakin menjadi).,
  • Kono kene saya bingung, (di sana sini makin bingung).,
  • Pedagang akeh alangane, (Pedagang banyak halanganya).
  • Akeh buruh nantang juragan, (banyak buruh menentang majikan).,
  • Juragan dadi umpan, (juragan menjadi umpan).,
  • Sing suwarane seru oleh pengaruh, (yang bersuara tinggi, mendapat pengaruh).,
  • Wong pinter diingat-ingat, (Si pandai direcoki).,
  • Wong ala diuja, (Si jahat dimanjakan).,.
  • Wong ngerti mangan ati, (Orang yang mengerti makan hati).,
  • Bandha dadi memala (Harta benda menjadi penyakit).,
  • Pangkat dadi pemikat, (pangkat menjadi pemukau).,
  • Sing sawenang-wenang rumangsa menang, {yang sewenang-wenang merasa menang}><
  • Sing ngalah rumangsa Kabeh salah, (yang mengalah merasa serba salah).,
  • Ana bupati saka wong sing asor imane, (ada raja berasal orang beriman rendah).,
  • Patihe kepala judi, (Maha menterinya kepala judi).,
  • Wong sing atine suci dibenci, (yang berhati Suci dibenci).,
  • Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat, (yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa).,
  • Pemerasan saya ndadra, (pemerasan merajalela).,
  • Maling lungguh wetenge mblenduk, (pencuri duduk berperut gendut).,
  • Pitik angrem saduwure pikulan, (ayam mengeram diatas pikulan).,
  • Maling wani nantang sing duwe omah, (pencuri menentang si empunya rumah).,
  • Begal saya ndhugal, (Penyamun semakin kurang ajar).,
  • Rampok padha keplak keplok, (Perampok semua bersorak-sorai rampok bersorak-sorai).,
  • Wong momong mitenah sing diemong, (Si pengasuh memfitnah yang diasuh).,
  • Wong jaga nyolong sing dijaga, (Di penjaga mencuri yang dijaga).,
  • Wong njamin njaluk dijamin, (Si penjamin minta dijamin).,
  • Akeh wong mendem donga, (Banyak orang mabuk doa).,
  • Kana-kene rebutan unggul, (di mana-mana berebut menang).
  • Angkara murka ngombro-ngombro, (Angkara murka menjadi-jadi).,
  • Agama ditantang, (Agama ditantang).,
  • Akeh wong angkara murka, (Banyak orang angkara murka).,
  • Nggedhekake duraka, (membesar-besarkan durhaka).,
  • Hukum agama dilanggar, (hukum agama dilanggar).,
  • Prikamanungsan di iles-iles, (peri kemanusiaan diinjak-injak).,
  • Kasusilan ditinggal, (Tata susila diabaikan).,
  • Akeh wong edan, jahat lan kenangan akal budi, (Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi).,
  • Wong cilik akeh sing kepencil, (Rakyat kecil banyak tersingkir).,
  • Amarga dadi korbane si jahat sing jahil, (Karena menjadi korban si jahat si laknat).,
  • Banjur ana Ratu duwe pangaruh lan duwe prajurit, (Lalu kacang raja berpengaruh dan berprajurit).,
  • Negarane ambane saprawolon, (Lebar Negeri seperdelapan dunia).,
  • Tukang mangan suap saya ndadra, (Pemakan suap merajalela).,
  • Wong jahat ditampo, (Orang jahat diterima).,
  • Wong suci dibenci, (Orang suci dibenci).,
  • Timah dianggep prak, (Timah dianggap perak).,
  • Emas diarani tembaga, (Emas dibilang tembaga).,
  • Dandang dikandakake kuntul, (Gagak disebut bangau).,
  • Wong dosa sentosa, (Orang berdosa sentosa)
  • Wong cilik disalahake, (rakyat jelata dipersalahkan).,
  • Wong nganggur kesunkur, (Si penganggur tersungkur).,
  • Wong sregep krekep, (Si tekun terjerembab).,
  • Wong nyengit kesengit, (Orang buruk hati dibenci).,
  • Buruh mangluh, (Buruh menangis).,
  • Wong sugih krasa wedi, (Orang kayak ketakutan).,
  • Wong wedi dadi priyayi, (Orang takut jadi priyayi).,
  • Senenge wong jahat, (Berbahagialah si jahat).,
  • Susahe wong cilik, (Bersusahlah rakyat kecil).,
  • Akeh wong dakwa dinakwa, (banyak orang saling tuduh).,
  • Tindake manungsa saya kuciwa, (ulah manusia semakin tercela).,
  • Ratu karo ratu rembugan negara endi sing dipilih lan diserang, (para raja berunding Negeri mana yang dipilih dan disukai).,
  • Wong jowo kari separo, (Orang Jawa tinggal setengah).,
  • Landa-Cina karir sejodho, (Belanda-Cina tinggal sepasang).,
  • Akeh wong ijir, akeh wong cethil, (Banyak orang kikir, banyak orang bakhil).,
  • Sing eman Ira keduman, (Si hemat tidak mendapat bagian).,
  • Sing keduman ora eman, (yang kebagian tidak berhemat).,
  • Akeh wong mbambung, (Banyak orang berulah dungu).,
  • Akeh wong limbung, (banyak orang lain).,
  • Selat-selate mbesuk wolak walking zaman teko, (lambat laun datanglah kelak terbaliknya zaman). 
Demikianlah 215 isi Jangka Jayabaya. Jika anda mendapatkan informasi tambahan yang akan diperbaharui secara berkala, silakan berlangganan pada laman blog ini. Terima kasih.

Sumber: Babad Tanah Jawi karya Soedjipto Abimanyu, Penerbit : Laksana

Sunday, January 21, 2018

REVIEW BANTAL AJAIB, BANTAL ANGIN KEKINIAN BANTAL BESTWAY


Apakah anda pernah menggunakan bantal dalam kehidupan sehari-hari.? Bantal adalah alat yang kita gunakan untuk menyangga kepala kita saat tidur. Dengan adanya bantal, posisi kepala kita menjadi lebih tinggi daripada Posisi badan. Dengan demikian, kita dapat menikmati tidur yang lebih berkualitas.
Pada dasarnya, bahan dasar dari sebuah bantal bermacam-macam. Sebuah pantun ada yang dibuat dari kapuk, busa, silikon bahkan spons. Akan tetapi, dengan semakin canggihnya teknologi dan ilmu pengetahuan, telah muncul sebuah bantal ajaib. Bantal ini tidak berisikan kapuk ataupun pulsa, melainkan isi angin yang di perangkap di dalamnya.

Baca juga :

Bantal angin, dapat dikatakan sebagai sebuah kemajuan yang terjadi pada bantal. Bantal ini sangat berbeda dengan bantal-bantal konvensional yang sangat sulit dibawa kemana-mana. Dengan adanya bantal angin Bestway ini, tingkat portabilitas bantal tersebut semakin besar. Kita tidak perlu susah-susah membawa bantal saat melakukan perjalanan jauh. Kita cukup menyimpan bantal tersebut di dalam tas, dan dikeluarkan jika dibutuhkan.
Bantal angin Bestway, tidak hanya mendukung portabilitas yang tinggi. Pantai ini juga dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau. Tante angin ini memiliki tiga varian warna yaitu: biru, hijau dan abu-abu. Harga satu bantal Bestway dibandrol mulai harga Rp20.000,00. Bahan dasar dari pentol ini sendiri, terdiri dari bahan plastik memiliki tulisan-tulisan pada bagian belakang dan beludru pada bagian depan. Pantai ini direkomendasikan bagi Anda yang memiliki tingkat kesibukan tinggi atau hanya sekedar untuk bersantai di rumah. 

Link Pembelian:

Bantal ini dapat anda jumpai pada toko-toko online. Saya mendapatkan bantal ini dengan harga Rp22.000, 00 di Bukalapak.com bagi Anda yang ingin membelinya, link pembelian telah saya sertakan di atas. Dan tulisan ini dibuat bukan karena adanya sponsor dari pihak ketiga. Yang pasti, saat Anda membeli bantal angin ini, di dalam boxnya anda hanya akan menemukan bantal angin Baswedan selembar perekat jika terjadi kebocoran di kemudian hari.

Thursday, January 11, 2018

TERNYATA MENGINGAT ALLAH LEBIH MULIA DARIPADA MENGINGAT MANTAN

Hai Sobat galau.
Tahun 2018 adalah tahun bagi generasi milenial. Generasi ini adalah generasi yang memiliki respon sangat tinggi terhadap teknologi dan sosial media. Hal ini dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari para pemuda jaman now. Sebagian dari mereka menggunakan sosial media untuk stalking terhadap mantan, mereka seakan tidak rela terhadap mantan yang sudah melupakannya. Waktu-waktu mereka Mami dihabiskan untuk mengamati perkembangan mantan. Apakah kegiatan mereka dalam rangka mengingat mantan ini bermanfaat.? Bagaimana Islam memandang hal tersebut.?

Mengingat mantan sejatinya adalah hal yang tidak berguna. Betapa tidak, waktu anda yang seharusnya produktif untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, justru habis sia-sia untuk hal yang sudah berlalu telah terjadi. Apakah mengingat mantan itu dilarang.? Tentu tidak, jika angka dalam mengingatnya adalah untuk memperbaiki diri dan meninggalkan segala keburukan yang pernah dilakukan. Jika demikian, mengingat Apakah mulia daripada mengingat mantan.?
Jawaban dari pertanyaan tersebut hanyalah satu. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mengapa demikian.? Karena Allah lah yang telah memberikan kita kehidupan, telah memberi kita akal kesempurnaan, telah memberi kita berbagai kesempatan dan Allah Allah lah yang telah menjadikan kita khalifah di muka bumi.
Allah SWT berfirman:
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 11)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala memiliki peranan yang sangat besar dalam hidup kita. Dialah yang telah menciptakan kita, Dialah yang telah mencukupi seluruh kebutuhan kita, Dialah yang mengerti seluruh permohonan kita, Dialah yang mengetahui seru pengharapan kita, dan Dialah yang dapat menerima kita tanpa tendensi apapun. Jika demikian, masih layakkah kita untuk mengingat kepada selain-Nya..?


Baca juga : 


Mari merenungkan kembali jawaban dari pertanyaan di atas. Dengan berbagai fasilitas yang telah kita nikmati dalam keseharian, Apakah masih layak bagi kita untuk mengingat seorang mantan.? Yang perlu diingat pula, mantan adalah ciptaan Allah. Di sisi lain, anda pun juga merupakan ciptaan Allah. Dalil aqlinya, jika anda diberikan dua pilihan antara memiliki mobil canggih dan memiliki kedekatan dengan seseorang yang memiliki pabrik mobil canggih, tentu pilihan terbaiknya adalah memiliki kedekatan dengan pemilik pabrik mobil canggih. Mengapa demikian.? Dengan anda dekat kepada pemilik pabrik mobil canggih, anda lebih berpeluang mendapatkan mobil tercanggih yang ia produksi. Logika ini agaknya dapat kita terapkan dalam kasus mengingat mantan.
Mantan adalah seseorang yang diciptakan oleh Tuhan. Jika hidup kita hanya terpuruk mengingatnya, maka kita hanya akan dapat menghabiskan waktu untuk hal percuma. Akan tetapi jika sebaliknya, kita mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan sesuatu yang sulit bagi Allah untuk mengirimkan makhluk ciptaanNya yang lebih baik daripada mantan terdahulu anda.
Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman:
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
Allah telah menjanjikan kepada kita, jika kita mengingatNya maka Allah juga akan mengingat kita. Kiranya tidak salah logika di atas kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang perlu kita ingat bersama bahwa, mantan bukanlah kepastian. Akan tetapi mantan hanyalah sebuah kenangan.


Sumber : Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Penulis : Teguh Kasiyanto
Ilustrator : Andre Sempu

Wednesday, January 10, 2018

CARA MENGETAHUI VERSI ANDROID PADA HP XIOMI


Sistem operasi Android adalah sistem yang menentukan seberapa canggih handphone yang dimiliki oleh seseorang. Semakin tinggi sistem operasi Android yang ada pada sebuah handphone, maka semakin canggih dan mutakhir pula teknologi yang dibawanya. Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang digunakan untuk pengembangan telepon pintar. Sistem operasi android terbaru saat ini adalah Android 8 atau disebut dengan Android Oreo.

Baca juga:


Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui sistem operasi yang berjalan pada berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui sistem operasi Android yang berjalan pada handphone xiaomi anda:
  • Buka handphone anda.
  • Pilih menu setelan.
  • Scroll ke bawah dan pilih menu tentang ponsel.
  • Lihat pada bagian versi Android. Di sinilah anda dapat mengetahui sistem Android yang beroperasi pada handphone anda.
Demikianlah langkah-langkah yang dilakukan untuk mengetahui sistem operasi Android yang berjalan pada handphone Xiomi milik kita. Semoga bermanfaat.

Penulis : Teguh Kasiyanto

REVIEW POWERBANK HIPPO IPO 12.500 mAh, POWERBANK LOW BUDGET

Pada kesempatan ini, saya tidak sedang menulis tentang Jawa, filsafat atau bahkan resensi buku. Akan tetapi saya akan mereview sebuah power Bank dari Hippo. Powerbank ini saya beli dari Shooppee dengan harga Rp175.000,00. Pengirimannya pun cepat, barangnya juga akurat.

Saat kita membeli Powerbank Hippo ini, kita akan mendapatkan sebuah powerbank, kabel micro USB serta kartu garansi dan petunjuk penggunaan. Power Bank Hippo IPO ini memiliki kapasitas 12.500 mAh. Power Bank ini memiliki input sebesar 5V 2A serta dilengkapi dengan dua colokan beroutput maksimal 5V 2,1A. Dengan kapasitas yang demikian besar, kita akan dapat mengisi penuh handphone berbaterai 3.000mAh hingga empat kali pengisian.
Powerbank Hippo ini sangat solid saat dipegang.  Dengan bahan plastik dan finishing bergaris timbul pada bagian belakangnya, membuat powerbank ini tidak licin dan tak mudah tergores   Untuk melakukan pengisian powerbank ini hingga penuh, dibutuhkan waktu selama 6 jam pengisian daya. Untuk mengisi baterai handphone berkapasitas 3.000mAh diperlukan waktu 2 jam. Powerbank ini sangat cocok bagi kamu yang menderita low budget, tapi tidak ingin ketinggian jaman. Bagi kamu yang minat, tersedia dua varian warna, yaitu: putih dan abu-abu.
Reviewer : Teguh Kasiyanto

Sunday, January 7, 2018

RESENSI BUKU TERJEMAH AL MILAL WAL Al Nihal (Versi Lengkap)

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : Asy-Syahrastani
Penterjemah: Prof. Asywadie Syukur, Lc
Penerbit        : PT Bina Ilmu
Tahun Terbit : 2009
Tebal             : XXIII+235+247+129 Halaman
Ukuran          : 17x26 cm
Harga             : Rp80.000,00 di Toko Sarana Ilmu Pasar Tanjung Jember
ISBN.              : 979-422-070-1


Buku terjemah Al Milal Wa Al Nihal merupakan salah satu buku rujukan bagi umat Islam. Sebelum membahas lebih lanjut tentang buku tersebut, saya akan menjelaskan tentang penulisan jumlah halaman yang tertera diatas, pada situs-situs online, tertera tebal buku tersebut adalah 129 halaman. Padahal buku terjemahan versi lengkap ini menggabungkan dari 3 kitab asli. 23 halaman awal adalah bagian pembuka buku dilanjutkan pembahasan buku pertama, buku kedua dan buku ketiga. Sehingga sebenarnya tebal buku itu adalah 736 halaman.
Buku terjemah tersebut terdiri ke dalam tiga bagian. Bagian pertama menterjemahkan buku satu dari Al Milal Wa Al Nihal. Pada bagian pertama ini secara spesifik membahas tentang aliran aliran teologi dalam islam, Ahlul kitab maupun agama-agama yang memiliki dengan ahlul kitab.
Asy-Syahrastani dalam kitab tersebut membahas beberapa harian dalam agama islam. Aliran aliran dalam islam yang dijelaskan meliputi: kaum Mu'tazilah, kaum jabariah, kaum Shifatiyah, kaum khawarij, kaum Syiah, kaum murji'ah, serta ahli furu'. Asy-Syahrastani bahkan membahas secara detail masing-masing dari aliran dalam Islam tersebut. Masing-masing sekte dibawah aliran pun mampu dijelaskan secara baik. Sebagai contoh diulas dengan baik tentang syiah serta 5 aliran di bawahnya dan cabang-cabang dari lima aliran tersebut.


Setelah membahas tentang aliran teologi dalam Islam, dilanjutkan dengan pembahasan teologi Ahlul kitab dan agama yang memiliki kemiripan dengan Ahlul kitab. Pada pembahasan Ahlul kitab dibagi menjadi dua, yaitu: Nasrani dan Yahudi. Selanjutnya dibahas tentang empat aliran Yahudi dan tiga aliran Nasrani. Pada pembahasan agama-agama yang memiliki kemiripan dengan Ahlul kitab, selanjutnya dibagi ke dalam dua agama besar yaitu Al Majusiyyah peserta agama-agama yang menyembah dua Tuhan. Itulah pembahasan pada buku pertama.
Buku kedua membahas tentang aliran pemikiran dan filsafat. Pada bagian ini terdiri dari empat bab utama, yaitu: Kepercayaan, Para Filsuf, Kebudayaan Bangsa Arab jahiliyah dan pemikiran bangsa India. Pada bab tentang kepercayaan di jelaskan empat aliran kepercayaan yang meliputi: Al Saniah, aliran naturalisme kelompok pemuja makhluk rohani dan aliran Al Hinaniah.
Bab para filsuf tak kalah menariknya. Pada pembahasan bab tersebut, dijelaskan tentang para filsuf beserta pemikiran-pemikiran luar biasanya. Filsuf yang diangkat pun meliputi: filosof Yunani periode awal dan pertengahan serta filosof muslim yang sangat terkenal. Di antara filosof yang diulas pemikirannya adalah: Thales, Anaxagoras, Anaximenes, Empedokles, Pythagoras, Socrates, Plato, Xenophanes, Zeno of Elea, Demokritos, Herakleitos, Epicurus, Aristoteles dan Ibnu Sina.

Baca juga : 
http://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2018/01/resensi-buku-mitoslegenda-china.html?m=1

Dua bab terakhir dari buku kedua membahas tentang kebudayaan bangsa Arab jahiliyah serta pemikiran bangsa India. Pada bab kebudayaan masyarakat Arab jahiliyah, dijabarkan tentang kebudayaan-kebudayaan merekar serta kepercayaan mereka yang atheis. Pada bab ini dijelaskan jika masyarakat Arab ada sebagian yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Sementara itu, pada bab pemikiran masyarakat India, dijelaskan tentang agama-agama yang dianut oleh masyarakat India, meliputi: agama Brahma, pemuja spiritualis, pemuja planet, pemuja patung-patung serta para filsuf India. Itulah pembahasan pada buku kedua. Sungguh sebuah buku yang menarik.
Buku ketiga ini merupakan buku penyempurna dari kedua buku sebelumnya. Buku ketiga ini sebenarnya adalah bukan tulisan Asy-Syahrastani, melainkan tulisan seseorang yang bernama Muhammad Said Kailani. Dia adalah penterjemah kitab ini ke dalam bahasa Arab pada tahun 1961. Buku ketiga ini adalah suplemen tambahan dari kedua buku sebelumnya. Buku ketiga ini terdiri dari 4 bab utama, yaitu: agama-agama kuno yang belum dijabarkan oleh Asy-Syahrastani, sekte-sekte yang muncul setelah wafatnya Asy-Syahrastani, kaum muslim pada abad modern dan bab terakhir membahas tentang gerakan anti agama yang lahir dikalangan umat Islam pada abad modern. Meskipun buku ketiga ini Bukankah tulisan asli dari Asy-Syahrastani, akan tetapi dengan membaca buku ketiga ini, akan dapat memberikan gambaran korelasi dari masa kemasa tentang aliran teologis.
Meskipun buku ini hanyalah buku terjemahan, akan tetapi tidak menjadi masalah bagi kita untuk menggali pengetahuan sedalam mungkin. Buku ini sangat cocok dibaca bagi orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap teologis dan filosofis. Meskipun filosof Islam yang dibahas hanya Ibnu Sina, hal ini tidak dapat menjadi alasan bagi kita untuk tidak membaca buku ini. Selamat membaca.....

Friday, January 5, 2018

RESENSI BUKU MITOS & ;LEGENDA CHINA (Kumpulan Kisah Fantasis dan Rahasia di Baliknya)

By : Teguh Kasiyanto

Penulis          : E.T.C. Werner
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Februari - 2008
Tebal             : 442 Halaman
Ukuran          : 15x23 cm
Harga             : Rp115.000,00 di Gramedia
ISBN.              : 978-979-22-3497-8


Buku mitos dan legenda Cina ini adalah salah satu buku yang membahas tentang mitologi Cina secara komprehensif. Buku ini dilengkapi ilustrasi pada beberapa bagian di dalamnya. Buku setebal 442 halaman ini terbagi ke dalam 16 bab. Di dalam buku ini dibahas tentang segala mitos dan kepercayaan masyarakat Cina, dari sejarah hingga masa kini.
Bab pertama dari buku ini membahas tentang sosiologi masyarakat Cina. Pada bab pertama tersebut, dibahas mengenai asal muasal nenek moyang dari orang-orang Cina serta teori ras orang Cina. Selain itu, pada bab pertama ini juga dibahas tentang perkawinan orang-orang Cina dari masa awal hingga masa pertengahan, kesenian, perpolitikan penguburan hingga budaya-budaya mereka.

Pada bab kedua buku ini, dibahas tentang mitologi Cina. Pembahasan pada bab kedua ini lebih mendalam jika dibandingkan dengan pembahasan pada bab pertama. Pembahasan pada bab kedua ini meliputi: sejarah mitos Cina, karakteristik mitos Cina, intelektualitas masyarakat Cina, pengaruh agama terhadap mitos dan hal-hal yang berkaitan dengan mitos lainnya. Pada dasarnya, bab kedua pada buku ini berusaha mengantarkan pembaca pada bahasan utama yaitu mitos dari masyarakat Cina.
Setelah wacana tentang mitos diulas pada bab kedua, pada bab ketiga buku ini membahas tentang penciptaan mitos secara lebih spesifik, perbedaan alam semesta menjadi salah satu bagian yang menarik pada bab ketika ini. Pada bab ketiga ini sudah mulai muncul adanya mitos tukang memperbaiki langit Serta adanya dualisme dualisme josmogoni

Baca juga:

Bab keempat hingga abad ke-9 dari buku ini, membahas tentang dewa-dewa dan mitos-mitos masyarakat Cina. Bab keempat diawali dengan lahirnya jiwa penyembahan penyembahan. Dewa-dewa yang diulas pada bab keempat buku ini meliputi: Dewa kesusastraan, dewa perang, Dewa Wira,  Dewa Para manusia dewa, serta penjelasan tentang agama Buddha dan konfusianisme. Pada bab kelima hingga bab ke-9 buku ini, menjelaskan tentang mitos burung, mitos guruh, mitos petir, mitos angin, mitos hujan, mitos air, mitos api, mitos wabah penyakit, mitos obat-obatan, serta mitos ekonomi.
Ketujuh bab terakhir cari buku ini membahas hal yang tak kalah serunya dengan pembahasan sebelumnya. Tujuh bab terakhir buku ini membahas tentang: Dewi Welas Asih, delapan Dewa pengawal gerbang langit, pertempuran para dewa, Bagaimana Sang Kera menjadi dewa, legenda-legenda rubah dan diakhiri dengan bab macam-macam Legenda. Jika kita cermati, salah satu dari ketujuh bab terakhir buku tersebut membahas tentang kisah perjalanan seekor kera yang kemudian menjadi dewa. Kisah ini tentu tidak asing bagi kita, karena kisah tersebut sudah difilmkan serta Ada pula yang ditayangkan episode per episode. Kisah tersebut menjadi bagian menarik kitab aja tentunya untuk kita ambil hikmahnya.
Secara keseluruhan, buku yang ditulis oleh Werner ini telah mampu menggambarkan mitologi Cina dengan sangat baik. Bahkan untuk memerinci pembahasannya, setiap bab kemudian diperinci ke dalam subbab-subbab yang lebih mudah dipahami dan dimengerti. Karena bagusnya isi dari buku ini, akan sangat disayangkan jika anda tidak membacanya secara langsung.

Wednesday, January 3, 2018

HARI BAIK UNTUK MENANAM BERBAGAI TANAMAN

By : Teguh Kasiyanto

Wilujeng Sedere'Jawi

Orang Jawa adalah suku yang terkenal dengan kehidupan agrarisnya. Sejak dahulu mereka sudah melakukan cocok tanam di ladang. Aktivitas tanam-menanam tersebut langsung dari generasi ke generasi. Dalam kegiatan tanam-menanam tersebut, banyak kendala yang dihadapi terutama hama penyakit.

Orang Jawa adalah orang yang memiliki kearifan lokal dan kepekaan terhadap lingkungan yang sangat tinggi. Kepekaan orang Jawa terhadap lingkungan tersebut kemudian menghasilkana salah satu pengetahuan yang biasa kita dengar dengan ilmu titen atau ilmu kepahaman berdasarkan kebiasaan. Karena orang Jawa sangat mengamati alam di sekitarnya, maka dihasilkan lah sebuah perhitungan untuk menanam tanaman yang dibutuhkan dalam kehidupan mereka.

Baca juga :
https://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/12/marriage-calculation-by-name.html

Sebagaimana perhitungan Jawa pada umumnya, perhitungan untuk menentukan hari tanam-menanam didasarkan pada perhitungan hari dan pasaran. Untuk menanam tanaman yang anda inginkan, jumlahkan lah neptu hari dan pasaran kemudian dibagi dengan 4. Jika sisa:

  • 1 jatuh pada hitungan Oyot,  untuk menanam tanaman yang dibutuhkan akarnya. Misalnya: umbi-umbian dan ketela pohon.,
  • 2 jatuh pada hitungan Uwit, untuk menanam tumbuhan yang memiliki keunggulan pada batangnya. Misalnya: tebu dan bambu.,
  • 3 jatuh pada hitungan Godong, untuk menanam tanaman yang dimanfaatkan daunnya. Misalnya: Sirih.,
  • 4 jatuh pada hitungan Uwoh, untuk menanam tanaman yang dimanfaatkan buahnya. Misalnya: padi, kedelai, jagung, Pepaya, mangga dan jenis buah-buahan lainnya.


Cara Menggunakan Hitungan
  • Tentukan tanaman yang akan anda tanam. Misalnya padi.,
  • Untuk menanam padi, maka harus mencari hari yang jatuh pada hitungan uwoh.,
  • Cara menghitungnya adalah tentukan jumlah hari dan pasaran, misalnya Kamis Wage.,
  • Jumlah neptu hari Kamis Wage adalah 8+4=12, 
  • Selanjutnya Hasil tersebut dibagi dengan 4. Karena 12.00 juga dapat dibagi 4 secara langsung, Carilah angka dibawah 12 yang dapat dibagi dengan angka 4 yaitu Angka 8, Sisanya adalah 4. Dengan demikian hari Kamis Wage cocok digunakan untuk menanam padi.

Perhatian...!!!
Tulisan ini tidak bermaksud menyebarkan ajaran atau konten-konten menyesatkan. Akan tetapi sudah mulai hilangnya kepedulian generasi muda pada sekian banyaknya budaya dan sistem perhitungan Jawa, maka tulisan ini menjadi penting. Yakni menjaga kelestarian ilmu dan pengetahuan Jawa yang sangat luas dan tak terkira. Semoga bermanfaat.


Sumber :
Sumber : Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis : Kanjeng Pangeran Haryo Tjakraningrat
Penerbit : CV BUANA RAYA

Monday, January 1, 2018

AL KINDI, BAPAK FILSAFAT ISLAM (Bagian 2, Penyelarasan Agama dan Filsafat)

By : Teguh Kasiyanto

Al-kindi dilahirkan dan dibesarkan saat Islam mengalami masa masa transisi dari teologi tradisional menuju masa rasional. Al-kindi lah yang memperkenalkan konsep berfikir filosofis kepada bangsa Arab. Sehingga filsafat yang diperkenalkannya lebih dikenal dengan sebutan filsafat bangsa Arab. Menurut Atiyeh ada dua kesulitan yang dihadapi oleh Al-Kindi Pada masa itu. Pertama, kesulitan untuk menyampaikan gagasan-gagasan filosofis ke dalam bahasa Arab yang saat itu kekurangan istilah teknis untuk menyampaikan ide ide abstrak. Kedua, adanya tantangan atau serangan yang dilancarkan oleh kalangan tertentu terhadap filsafat, filsafat dan filosof saat itu dituduh sebagai pembuat bid'ah dan kekufuran.
Untuk menyelesaikan berbagai macam kesulitan yang dihadapi oleh dirinya, al-kindi melakukan beberapa usaha untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Untuk permasalahan pertama, Al-Kindi melakukan serangkaian penerjemahan. 1) Al-Kindi melakukan penerjemahan secara langsung dari bahasa Yunani ke bahasa Arab, misalnya hyle langsung diterjemahkan menjadi kata thin yang artinya tanah liat. 2) mengambil alih istilah-istilah Yunani kemudian menjelaskannya dengan menggunakan kata-kata bahasa Arab murni. Misalnya: falasif untuk istilah Yunani philosophos, falsafah untuk istilah Yunani philosophia (filsafat). 3) menciptakan kata-kata atau istilah baru dengan cara mengambil kata ganti dan menambahkan akhiran Iyah dibelakangnya, untuk membuat atau menjelaskan abstraksi abstraksi yang sulit dinyatakan dalam bahasa Arab. Misalnya: al huwaiyah yang merupakan kata ganti dari huwa sebagai kata ganti Yunani (to on) yang memiliki arti substansi. 4) memberikan makna baru pada istilah-istilah lama yang sudah dikenal.
Untuk mengatasi kesulitan kedua yang dihadapi oleh Al-Kindi, yakni adanya serangan dari berbagai kalangan terhadap filsafat, dia membuat penyelarasan antara agama dan filsafat. Dalam upayanya mengadakan penyelarasan antara agama dan filsafat, Al-Kindi melakukan beberapa tahapan-tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah:

Tahap pertama, dia membuat kisah-kisah atau riwayat yang menunjukkan bahwa bangsa Arab dan Yunani adalah bersaudara, sehingga tidak patut saling bermusuhan. Al Kindi membuat kisah dimana dalam kisah tersebut digambarkan bahwa nenek moyang bangsa Arab dan Yunani masih memiliki hubungan keluarga. Oleh sebab itu, tidak perlu mempermasalahkan kebenaran yang ada. Biarkan sama-sama mencari kebenaran dengan jalanya masing-masing.
Tahap kedua, Al-Kindi menyatakan bahwa kebenaran adalah kebenaran yang dapat datang dari mana saja, dan umat Islam tidak perlu sungkan untuk mengakui dan mengambilnya. Dalam karyanya Falsafah Al-Ula, Al Kindi menyatakan:
"Kita hendaknya tidak merasa malu untuk mengakui sebuah kebenaran dan mengambilnya dari mana pun dia berasal, meski dari bangsa-bangsa terdahulu ataupun dari bangsa asing. Bagi para pencari kebenaran, tidak ada yang lebih berharga kecuali kebenaran itu sendiri. Mengambil kebenaran dari orang lain tersebut, tidak akan menurunkan atau merendahkan derajat sang pencari jeben, terapi justru menjadikanya terhormat dan mulia "
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karronallahu Wajhah menyatakan bahwa, Al hikmah (pengetahuan atau kebenaran) adalah milik umat Islam yang tercecer, karena itu dia harus diambil dimanapun ditemukan. Dari pernyataan kedua dari Al-Kindi tersebut kita dapat mengetahui jika ia menginginkan pihak-pihak yang menolak filsafat untuk tidak mempermasalahkan kebenaran dan sumber pengetahuan.
Tahapan ketiga, Al-Kindi menyatakan bahwa filsafat adalah suatu kebutuhan, sebagai sarana dan proses berpikir, bukan sesuatu yang aneh atau kemewahan. Al-kindi berusaha bertanya kepada kaum fanatik yang menolak bahkan membenci filsafat. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk membuktikan jika berfilsafat itu perlu. Pertanyaan Al-Kindi adalah, filsafat itu perlu atau tidak.? Jika perlu alasannya apa, jika tidak alasannya apa. Al-kindi menyatakan:

Baca juga : 
https://ilmubarokahmanfaat.blogspot.co.id/2017/11/al-kindi-bapak-filsafat-islam-bagian-1.html

"Jika para penentang filsafat menyatakan bahwa filsafat adalah perlu, maka mereka harus mempelajarinya. Sebaliknya, jika mereka menyatakan tidak perlu, mereka harus memberikan argumen untuk itu dan menjelaskanya. Padahal pemberian argumen dan penjelasan adalah bagian dari proses berfikir filosofis."
Dengan menjawab pertanyaan tersebut, baik setuju ataupun tidak, mengharuskan para penentang filsafat umum berpikir. Tanpa mereka sadari, saat mereka berfikir sesungguhnya mereka juga berfilsafat. Dengan ini, para penentang akan kesulitan untuk menolak filsafat. Disisi lain Al-Kindi membuktikan jika filsafat itu tidak merongrong agama, justru sebaliknya. Argumentasi semacam ini pernah dilakukan oleh Aristoteles +384-322M) untuk melawan para penentang filsafat.
Tahap keempat, Al-Kindi menyatakan bahwa meski metode agama dan filsafat berbeda, tetapi tujuan yang ingin dicapai keduanya adalah sama, baik dalam tujuan, praktis maupun teoritisnya. Tujuan praktis antara agama dan filsafat adalah mendorong manusia untuk mencapai kehidupan moral yang lebih tinggi, sedangkan tujuan teoritisinya, adalah mengenal dan mencapai kebenaran tertinggi. Yaitu Tuhan. Oleh sebab itu, menurut Al Kindi tidak ada yang perlu dipermasalahkan antara agama dan filsafat.
Tahapan kelima, memfilsafatkan ajaran dan pemahaman agama Sehingga Selaras dengan pemikiran filosofis. Al-kindi melakukan upaya ini dengan cara memberikan makna algoritma (tekstual) terhadap teks teks atau Nash yang secara tekstual dinilai tidak selaras dengan pemikiran rasional filosofis. Misalnya, ketika dia diminta oleh Ahmad Putra Khalifah Al Mu'tashim untuk menjelaskan makna ayat "bintang-bintang dan pepohonan sudut kepada-Nya, Q.S Ar Rahman ayat 6. Kata sujud memiliki beberapa arti: 1) sujud dalam sholat, 2) kepatuhan atau ketaatan, 3) perubahan dari ketidak sempurnaan kepada kesempurnaan, 4) mengikuti aturan secara ikhlas. Makna sujud yang terakhir lah yang digunakan oleh al-kindi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini menunjukkan, jika kita tidak dapat secara serta merta menerjemahkan Wahyu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diperlukan penafsiran-penafsiran agar Wahyu Allah tersebut dapat dipahami oleh manusia. Proses penafsiran inilah yang menunjukkan jika filsafat itu perlu dan memperkuat agama. Selanjutnya Al-Kindi juga menyatakan bahwa apapun yang disampaikan oleh Rasul dan Allah pastilah rasional. Ketika terdapat kesalahan dalam memahami, yang salah bukanlah Wahyu Allah, akan tetapi dikarenakan ketidakmampuan akal untuk menjangkaunya. Dengan demikian, Al-Kindi juga menyatakan jika akal manusia itu memiliki keterbatasan dalam menjangkau dan memahami sesuatu.


Ilustrator :Andre Sempu
Referensi

Aizid, Rizem, 2013, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap Periode Klasik, Pertengahan dan Modern, Yogyakarta, Diva Press.
Asy-Syahrastani, 2009, Terjemah Al-Milal Wa Al Nihal, Surabaya, Bina Ilmu
Khudori Soleh A., 2016, Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer, Yogyakarta, AR-RUZZ MEDIA.